Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung)- Dampak abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau di selat Sunda Lampung mulai berkurang.
Mode transportasi udara juga mulai dibuka kembali secara
bertahap. Terutama di tiga Bandara besar.
Dimana, PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airpots)
menyatakan operasional penerbangan di Soekarno-Hatta Tangerang, Halim
Perdanakusuma Jakarta hingga Husein Sastranegara Bandung dapat kembali melayani
setelah sempat ditutup sementara karena sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak
Krakatau (GAK).
Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie
Ahsanurrohim dalam keterangan yang diterima di Tangerang, Selasa (8/9/2026),
mengatakan bahwa kembalinya layanan penerbangan di tiga bandara itu berdasarkan
Notice to Air Missions (Notam) dari AirNav Indonesia, dengan status resumed
operations yang dikeluarkan pada pukul 00.30 WIB.
"Fasilitas sisi udara (air side) dan sisi darat (land
side) ketiga bandara siap kembali melayani penerbangan. Seluruh personel
operasi dan layanan bandara juga dipastikan siap," katanya.
Ia menjelaskan sesuai dengan situasi saat ini Bandara
Internasional Soekarno-Hatta Tangerang pada 8 September 2026 mulai pukul 00.30
WIB, kemudian status resumed operations, Bandara Halim Perdanakusuma pada 8
September 2026 mulai pukul 00.40 WIB, dan status resumed operations Bandara
Husein Sastranegara pada 8 September 2026 mulai pukul 00.42 WIB.
Namun demikian, prosedur pembukaan kembali oprasional
penerbangan bandara telah dijalankan, termasuk pembersihan abu vulkanik di
seluruh sisi udara (air side), yakni area apron, taxiway, runway.
“Selain itu, juga dilakukan uji kekesatan di runway, yang
menunjukkan fasilitas tersebut memenuhi standar dan persyaratan untuk melayani
operasional penerbangan," ujarnya.
Sementara itu, General Manajer Bandara Soekarno-Hatta,
Heru Karyadi menambahkan pembukaan kembali operasional di Bandara
Soekarno-Hatta dilakukan secara bertahap dengan tetap mengutamakan aspek
keselamatan, termasuk melalui penerapan Air Traffic Flow Management (ATFM)
sebagai bagian dari strategi pengendalian arus lalu lintas penerbangan pada
fase awal pemulihan.
"Pada fase awal recovery, pengendalian penerbangan
dilakukan secara bertahap dan terukur melalui penerapan ATFM. Pengaturan ini
diperlukan agar arus keberangkatan dan kedatangan dapat kembali berjalan dengan
aman dan tertib, sekaligus memungkinkan kapasitas operasional bandara
dipulihkan secara bertahap," terangnya.
Baca juga: Menko IPK: Ada 2.961 penerbangan terganggu
akibat erupsi GAK
Baca juga: Citilink lakukan "reschedule-refund"
penumpang terdampak erupsi GAK
Dia mengatakan upaya pengaturan arus penerbangan pada fase
awal pemulihan mempertimbangkan kondisi operasional di lapangan, termasuk
kebutuhan untuk mempercepat keberangkatan pesawat yang sebelumnya terdampak
serta mengembalikan kapasitas apron secara bertahap.
Bandara Soekarno-Hatta juga telah berkoordinasi dengan
seluruh operator transportasi publik untuk memastikan ketersediaan armada untuk
mendukung mobilitas dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta.
"Calon penumpang diimbau untuk senantiasa memantau
dan memastikan status serta jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai
masing-masing sebelum berangkat menuju bandara tujuan, mengingat adanya penyesuaian
jadwal penerbangan," kata dia. (ant/p1)