lisensi

Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-18T13:21:28Z
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi Tiba di IndonesiaNasional

Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, Akan Sandang Nama KRI Sriwijaya

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) - Kapal induk Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, resmi tiba di Indonesia dan bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026).


Berdasarkan pantauan di lokasi, kapal perang tersebut memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Priok sekitar pukul 07.58 WIB. Kedatangannya disambut sejumlah unsur TNI serta pejabat pemerintah.


Suasana penyambutan berlangsung meriah dengan penampilan marching band TNI yang membawakan sejumlah lagu, termasuk lagu khas Betawi, "Si Jali Jali".


Sejumlah pejabat turut hadir dalam penyambutan kapal tersebut, di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.


Kapal dengan panjang sekitar 180 meter dan lebar 33 meter itu diperoleh Indonesia melalui skema hibah dari Pemerintah Italia, bukan melalui pembelian.


Proses untuk mendapatkan kapal tersebut berlangsung selama lebih dari satu tahun. Skema pengadaan yang semula direncanakan melalui akuisisi berbayar kemudian berubah menjadi transfer secara cuma-cuma dari Pemerintah Italia kepada Indonesia.


ITS Giuseppe Garibaldi sebelumnya berangkat dari Italia pada Senin (24/8/2026). Dalam perjalanan menuju Indonesia, kapal tersebut singgah di sejumlah negara, salah satunya Sri Lanka.


Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan, setelah dari Sri Lanka, Garibaldi melanjutkan perjalanan menuju Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau jalur perairan Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.


Saat memasuki wilayah perairan Indonesia, kapal tersebut mendapat pengawalan dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.


Kedatangan Giuseppe Garibaldi menjadi bagian dari proses penyerahan kapal kepada Indonesia. Kapal berbobot sekitar 13.000 ton tersebut selanjutnya akan menjadi bagian dari kekuatan TNI AL.


Kapal ini juga diproyeksikan tidak hanya untuk kepentingan pertahanan, tetapi dapat mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.


Dengan kemampuan mengoperasikan sejumlah wahana udara, kapal tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu platform pendukung dalam operasi bantuan kemanusiaan maupun penanganan bencana di wilayah perairan Indonesia.


Kedatangan ITS Giuseppe Garibaldi sekaligus menandai langkah baru dalam pengembangan kekuatan armada laut Indonesia dengan hadirnya kapal induk pertama dalam jajaran TNI Angkatan Laut.(*)