lisensi

Sabtu, 12 September 2026, September 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-13T05:26:19Z
KM Virgo Transport 8

KM Virgo Transport 8 Dilaporkan Hilang Kontak Di Laut Jawa dalam Pelayaran Surabaya-Banjarmasin

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) - Jakarta (Pikiran Lampung) - Kapal motor (KM) Virgo Transport 8 mengalami insiden saat berlayar di perairan Laut Jawa, sekitar kawasan Masalembo, Minggu (13/9/2026) dini hari. Kapal jenis ro-ro penumpang dengan bobot 8.540 GT tersebut dilaporkan mengalami kemiringan ekstrem atau listing hingga akhirnya kehilangan kontak.


Kapal yang melayani rute Surabaya-Banjarmasin itu diketahui membawa total 243 orang, terdiri dari penumpang dan awak kapal. Kapal bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan.


Informasi awal dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin menyebutkan, Virgo Transport 8 hilang kontak sekitar pukul 02.00 WITA setelah sebelumnya menghadapi kondisi cuaca buruk dalam perjalanan. Posisi terakhir kapal diperkirakan berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC) mengatakan, laporan mengenai hilang kontaknya kapal diterima pihaknya pada pukul 04.10 WITA dari General Manager PT Virgo, Yoel Rihi.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor SAR Banjarmasin langsung mengerahkan personel dan armada untuk menuju lokasi perkiraan posisi terakhir kapal.


Pada pukul 04.30 WITA, enam personel SAR diberangkatkan menggunakan Rescue Car D-Max menuju Dermaga SAR Basirih. Dari lokasi tersebut, tim kemudian melanjutkan pencarian menggunakan KN SAR Laksmana 241 dengan estimasi waktu tempuh sekitar lima jam.


"Kami telah menerima laporan terkait hilang kontaknya kapal Virgo Transport 8 dan segera mengerahkan personel serta KN SAR Laksmana 241 menuju lokasi perkiraan posisi terakhir," ujar Putu Sudayana.


Menurut Putu, jumlah penumpang dan awak kapal yang cukup besar membuat keselamatan seluruh orang di dalam kapal menjadi prioritas utama operasi SAR.


115 Orang Berhasil Dievakuasi


Dalam perkembangan operasi penyelamatan, tim gabungan berhasil mengevakuasi 115 orang dari kapal tersebut. Dari jumlah tersebut, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapat penanganan medis.


Dengan demikian, proses pencarian dan penyelamatan terhadap penumpang maupun awak kapal lainnya masih menjadi perhatian utama petugas.


Operasi evakuasi dilakukan melalui koordinasi antara Kantor Kesyahbandaran, Basarnas Banjarmasin, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelindo, serta Distrik Navigasi Banjarmasin melalui Vessel Traffic Service (VTS).


Sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi juga turut membantu proses penyelamatan. Di antaranya KM Hai Da, MT Mau Ha, dan TB TCP yang ikut memberikan pertolongan kepada korban.


Sementara itu, kondisi muatan, kerugian materiel lainnya, serta kemungkinan dampak terhadap lingkungan laut masih dalam proses pendataan dan pemeriksaan pihak berwenang.


SAR Kerahkan Berbagai Peralatan


Untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan, Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan KN SAR Laksmana 241, Rescue Car D-Max, peralatan water rescue, dua set peralatan selam, perangkat komunikasi, Starlink, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.


Operasi SAR juga melibatkan dan dikoordinasikan bersama KSOP Banjarmasin, Lanal Banjarmasin, Ditpolairud Polda Kalimantan Selatan, Distrik Navigasi Banjarmasin, PT Pelindo Banjarmasin, serta agen kapal Virgo Cabang Banjarmasin.


Putu mengatakan, kondisi cuaca di wilayah pencarian terus dipantau untuk memastikan keselamatan seluruh personel yang terlibat dalam operasi.


"Kami mengimbau masyarakat dan keluarga penumpang tetap tenang serta menunggu informasi resmi dari petugas. Tim SAR gabungan terus melakukan pemantauan dan pencarian berdasarkan perkembangan situasi di lapangan," katanya.


Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti insiden yang dialami KM Virgo Transport 8 belum dapat dipastikan. Faktor cuaca, teknis kapal maupun faktor lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan dan investigasi resmi dari pihak berwenang.


Sebelumnya, laporan awal Basarnas menyebutkan kapal tersebut masih dalam pencarian setelah kehilangan kontak ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal terakhir diketahui berada di wilayah Laut Jawa setelah menghadapi kondisi cuaca buruk.(*)