Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Saat ini upaya pemadaman api di wilayah Way Kambas Lampung Timur terus dilakukan.
Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) berkontribusi aktif dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi setempat.
"Bentuk dukungan diwujudkan melalui penyaluran
bantuan logistik bagi personel garda terdepan, pengadaan mesin pompa air beserta
selang pemadam, hingga penyediaan sarana penampungan air berupa sumur bor dan
embung," kata Ketua Komite Gabungan, Brigjen TNI Sriyanto sebagaimana
dikonfirmasi di Bandarlampung, Minggu (20/9/2026).
Sriyanto turun langsung memimpin dan membantu proses
pemadaman api bersama tim gabungan serta masyarakat setempat. Ia menyebutkan,
guna menjaga ketahanan fisik petugas di lapangan, pihak komite memastikan
kebutuhan logistik serta peralatan operasional terpenuhi secara optimal.
Selain itu, untuk mengatasi keterbatasan sumber air di
area kebakaran, komite menyiapkan langkah strategis dengan membangun tampungan
air terpadu berupa kombinasi embung dan sumur bor di titik-titik elevasi
rendah.
"Penampungan ini menggabungkan sumur bor dan embung.
Ketika musim hujan, ketersediaan air dapat terjaga, sedangkan pada musim
kemarau dapat difungsikan sekaligus sebagai tempat minum gajah," ujarnya.
Dia menjelaskan rencana realisasi pembangunan fasilitas air tanah tersebut dialokasikan pada sepuluh titik strategis kawasan. Saat ini dua lokasi telah beroperasi, sementara delapan titik lainnya masih dalam tahap survei teknis.
Selain infrastruktur air, pemantauan karhutla ditunjang
sistem pengawasan digital berupa kamera CCTV 360 derajat yang terpasang setiap
satu kilometer di sepanjang 167 kilometer batas kawasan.
Sistem tersebut terhubung ke pusat komando serta
terintegrasi dengan pesawat nirawak (drone) dan kamera jebak untuk mendeteksi
titik api secara dini maupun mengawasi aktivitas ilegal.
Sriyanto mengajak seluruh lapisan aparatur desa dan
masyarakat di kawasan penyangga untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga
kelestarian hutan.
"Berdasarkan pengalaman penanganan karhutla ini, mari
kita bersama-sama menjaga dan mengamankan kawasan hutan dari potensi gangguan
serta perambahan liar," katanya.
(Alung Jabung)