Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pelaksanaan proyek pembangunan drainase di Jalan Pulau Sebesi, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, mulai menuai sorotan negatif masyarakat. Selain memicu kemacetan yang terjadi hampir setiap hari, kondisi di sekitar lokasi pekerjaan dinilai berpotensi membahayakan pengendara dan mengganggu aktivitas warga.
Jalan Pulau Sebesi merupakan salah satu akses penting masyarakat dari wilayah Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, dan kawasan sekitarnya menuju pusat Kota Bandar Lampung. Ruas jalan tersebut juga menjadi jalur menuju sejumlah pusat pendidikan, termasuk Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung.
Kepadatan lalu lintas yang sebelumnya lebih banyak terjadi pada pagi dan sore hari saat jam sibuk, kini disebut warga berlangsung hampir sepanjang hari sejak aktivitas proyek drainase berjalan.
“Biasanya macet hanya pagi dan sore hari, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja atau sekolah. Sekarang hampir setiap hari selalu macet karena adanya pekerjaan drainase ini,” ujar Fatur ,seorang warga yang melintas di kawasan tersebut.
Persoalan lain yang dikeluhkan warga adalah debu yang muncul dari aktivitas proyek. Kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu, terutama bagi masyarakat yang tinggal dan menjalankan usaha di sepanjang Jalan Pulau Sebesi.
Para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), khususnya pedagang kuliner, menjadi salah satu kelompok yang merasakan langsung dampak debu proyek. Debu yang beterbangan dikhawatirkan mengganggu kenyamanan pembeli sekaligus kebersihan makanan yang dijajakan.
“Debunya cukup mengganggu, apalagi kami yang berjualan makanan. Kalau kendaraan lewat dan debu beterbangan, tentu pembeli juga merasa kurang nyaman,” kata warga lainnya.
Selain debu dan kemacetan, keberadaan material proyek yang ditempatkan di sisi jalan juga menjadi perhatian. Tumpukan batu yang berada cukup dekat dengan jalur kendaraan dinilai dapat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor apabila harus menghindari kendaraan lain atau berpapasan di ruas jalan yang menyempit.
Berdasarkan papan informasi yang terpasang di lokasi, proyek tersebut merupakan Pembangunan Drainase Pulau Sebesi Kecamatan Sukarame yang dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung.
Papan proyek mencantumkan nilai kontrak sebesar Rp2.979.011.646,70, dengan pelaksana CV Lembayung Sutra dan konsultan pengawas CV Wira Teknik Sutra. Sumber pembiayaan proyek berasal dari APBD Tahun Anggaran 2026.
Di sisi lain, keterbukaan informasi proyek juga menjadi perhatian. Papan informasi yang tersedia di lokasi berukuran relatif kecil dan ditempatkan cukup tinggi sehingga tidak mudah dibaca oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Selain itu, pada sejumlah titik pekerjaan belum terlihat rambu atau papan peringatan keselamatan yang cukup menonjol untuk memberikan informasi kepada pengendara mengenai adanya aktivitas proyek dan penyempitan ruang jalan.
Masyarakat berharap pelaksanaan proyek pemerintah dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan warga sekitar.
Warga juga meminta pihak pelaksana maupun instansi terkait lebih memperhatikan pengendalian debu, penataan material, pengaturan lalu lintas serta pemasangan rambu keselamatan yang mudah terlihat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh tanggapan dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandar Lampung maupun CV Lembayung Sutra selaku pelaksana proyek terkait kondisi di lapangan, khususnya mengenai aspek keselamatan pengguna jalan, penataan material, pengendalian debu, serta dampak pekerjaan terhadap kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.(alung)