lisensi

Sabtu, 12 September 2026, September 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-12T09:41:33Z
12/09/2026Bandar LampungProyek Drainase Jalan Pulau Sebesi

Proyek Rp2,9 Miliar Jl. Pulau Sebesi: Macet Seharian, Debu Menggerus Usaha, Keselamatan Diabaikan

Advertisement


BANDAR LAMPUNG (PIKIRAN LAMPUNG)
— Proyek pembangunan drainase senilai hampir Rp3 miliar di Jalan Pulau Sebesi, Kecamatan Sukarame, bukannya membawa manfaat, justru membebani warga. Jalan strategis penghubung Lampung Selatan ke pusat kota sekaligus akses menuju UIN Raden Intan Lampung ini kini dipenuhi kemacetan sepanjang hari, debu yang mengganggu usaha warga, serta tumpukan material yang membahayakan pengendara, tanpa rambu peringatan yang layak.

 

Warga menyebut kemacetan yang dulunya hanya terjadi pagi dan sore hari, kini berlangsung nyaris tanpa henti sejak proyek berjalan.

 

“Biasanya macet hanya jam berangkat dan pulang kerja. Sekarang dari pagi hingga sore jalanan selalu padat karena pekerjaan ini,” ujar Fatur, warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

 

Bagi para pedagang makanan, dampaknya terasa lebih nyata. Debu beterbangan setiap kali kendaraan lewat, mengancam kebersihan dagangan sekaligus mengusir pembeli.

 

“Debunya tebal sekali. Kami yang jual makanan paling dirugikan, pembeli enggan mampir dan kami sendiri khawatir soal kebersihan makanan,” keluh seorang pelaku usaha.

 

Tumpukan batu dan material yang diletakkan di pinggir jalan memperburuk keadaan. Ruang jalan menyempit drastis, memaksa pengendara sepeda motor berpapasan dalam jarak berbahaya. Belum ada rambu peringatan yang cukup menonjol untuk memberi peringatan dini.

 

Papan informasi proyek yang terpasang justru berukuran kecil dan dipasang terlalu tinggi, sehingga sulit dibaca warga. Padahal, proyek ini dibiayai APBD 2026 sebesar Rp2.979.011.646,70, dilaksanakan CV Lembayung Sutra dan diawasi CV Wira Teknik Sutra.

 

Masyarakat menuntut pelaksana dan Dinas PU segera mengatur lalu lintas, menata material, menekan debu, serta memasang rambu keselamatan yang jelas. Hingga kini, belum ada pihak yang memberikan tanggapan. (Alung)