lisensi

Minggu, 27 September 2026, September 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-27T17:03:37Z
UIN RIL

PSGA UIN RIL Edukasi Siswa SMK Kesehatan tentang Kesehatan Mental dan Bahaya Bullying

Advertisement

 


BANDAR LAMPUNG (Pikiran Lampung)– Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) memberikan edukasi mengenai kesehatan mental kepada siswa SMK Kesehatan Bandar Lampung, Jumat (25/9/2026).


Kegiatan bertajuk “On The Move” tersebut mengusung tema “Dengarkan dengan Hati, Dampingi dengan Aksi”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sekaligus membangun kepedulian terhadap lingkungan sekolah yang aman dan bebas dari kekerasan serta perundungan (bullying).


Kepala PSGA LP2M UIN RIL, Dr. Yunidar Cut Mutia Yanti, S.Sos., M.Sos.I., mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pemahaman tentang kesehatan mental, tetapi juga mengajak para siswa untuk bersama-sama mencegah dan menghentikan praktik kekerasan serta bullying.


“Kami ingin memberikan edukasi kepada siswa tentang kesehatan mental, sekaligus mengajak untuk bersama-sama menghentikan kekerasan dan bullying,” ujar Yunidar.


Kegiatan tersebut turut melibatkan Duta Konselor Sahabat UIN RIL. Para siswa mendapatkan edukasi mengenai kesehatan mental serta pentingnya saling mendengarkan, memberikan dukungan, dan menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.


Selain materi kesehatan mental, peserta juga memperoleh informasi mengenai UIN RIL sebagai salah satu pilihan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Informasi yang disampaikan mencakup berbagai fakultas dan program pendidikan yang tersedia, serta peluang beasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh siswa.


Melalui kegiatan “On The Move”, PSGA LP2M UIN RIL berharap edukasi mengenai kesehatan mental dapat meningkatkan kesadaran siswa untuk lebih peduli terhadap diri sendiri maupun lingkungan sekitar, sekaligus mendorong terciptanya budaya sekolah yang bebas dari kekerasan dan bullying.(Bila)