lisensi

Senin, 14 September 2026, September 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-15T04:38:26Z
DaerahPolres Pringsewu

Warga Ambarawa Pringsewu Geger, Pria 57 Tahun Ditemukan Meninggal di Pohon Kelapa

Advertisement



Pringsewu (Pikiran Lampung) – Warga Pekon Ambarawa, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial W (57) dalam kondisi meninggal dunia di sekitar rumahnya, Senin (14/9/2026) pagi.


Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah pohon kelapa yang berada tidak jauh dari kediamannya. Polisi yang menerima laporan kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, korban pertama kali ditemukan oleh istrinya, Samiyah, sekitar pukul 05.10 WIB.


Saat itu, Samiyah hendak memasukkan gabah kering di sekitar rumah. Ketika berada di sisi rumah, ia melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon kelapa.


“Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh istri korban, Samiyah sekitar pukul 05.10 WIB. Saat itu hendak memasukkan gabah kering di sekitar rumah, tapi saat di samping rumah ia melihat korban sudah dalam kondisi tergantung di pohon kelapa,” ujar Ramon.


Setelah melihat kejadian tersebut, Samiyah kemudian meminta bantuan warga. Informasi selanjutnya diteruskan kepada aparatur pekon dan kepolisian.


Tim Inafis Satreskrim Polres Pringsewu bersama tenaga medis Puskesmas Ambarawa kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan terhadap korban.


Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pemeriksaan medis juga menunjukkan kondisi yang mengarah pada dugaan kematian akibat gantung diri.


“Setelah pemeriksaan selesai, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke rumah duka. Dari pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Ramon.


Sempat Mengeluhkan Gagal Panen


Polisi juga masih mendalami latar belakang peristiwa tersebut, termasuk kondisi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia.


Berdasarkan keterangan keluarga dan warga sekitar, korban sebelumnya sempat menyampaikan keluhan terkait hasil panen padi yang gagal. Korban juga disebut tengah menghadapi kondisi ekonomi yang sulit.


Namun, polisi belum menyimpulkan persoalan ekonomi sebagai penyebab pasti korban mengakhiri hidupnya.


“Ya, korban sempat mengeluhkan gagal panen padi. Kendati kami belum menyimpulkan persoalan ekonomi sebagai motif penyebab pasti kematian korban,” tegas Ramon.


Polisi menyatakan sejauh pemeriksaan awal, tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, keterangan dari keluarga dan warga masih terus didalami untuk mengetahui secara lebih jelas latar belakang kejadian.


Keluarga Menolak Autopsi


Setelah proses pemeriksaan dan evakuasi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) pekon setempat.


Pihak keluarga juga menyatakan menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.


“Hingga saat ini, kami masih melakukan pendalaman terhadap keterangan keluarga dan warga untuk memastikan latar belakang peristiwa tersebut,” pungkas Ramon.