lisensi

Jumat, 18 September 2026, September 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-19T02:08:04Z
Perbaikan Jalan Bulukarto–Mataram

Warga Sambut Positif Rekonstruksi Jalan Bulukarto–Mataram, Berharap Kualitas Jalan Terjaga dan Tidak Cepat Rusak

Advertisement

 


Pringsewu (Pikiran Lampung) - Pekerjaan Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan ruas Bulukarto–Mataram di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, mendapat sambutan positif dari masyarakat.


Warga menilai perbaikan ruas jalan tersebut penting untuk mendukung kelancaran aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan akses transportasi masyarakat di wilayah setempat.


Suyadi, warga Pekon Yogyakarta, menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayahnya. Menurutnya, perbaikan jalan akan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam menunjang mobilitas warga dan aktivitas perekonomian.


"Kami tentu menyambut baik adanya perbaikan jalan ini. Jalan yang bagus akan memudahkan masyarakat beraktivitas, baik untuk bekerja, mengangkut hasil usaha maupun keperluan lainnya. Mudah-mudahan pengerjaannya berjalan lancar dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu lama," ujar Suyadi.



Hal senada disampaikan Waluyo, warga Pekon Mataram. Ia berharap proses pengerjaan dilakukan dengan baik sehingga kualitas jalan dapat bertahan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


"Kami berharap pengerjaannya benar-benar baik dan sesuai dengan ketentuan. Yang paling penting hasilnya bagus dan awet, sehingga masyarakat tidak kembali menghadapi jalan rusak dalam waktu dekat," kata Waluyo.


Pekerjaan tersebut merupakan kegiatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pringsewu melalui Bidang Bina Marga.


Berdasarkan data pengumuman tender, paket pekerjaan tersebut bernama "(BM-DAU-01) Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Ruas Jalan Bulukarto–Mataram".


Paket tersebut memiliki pagu anggaran dan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) masing-masing sebesar Rp7,65 miliar. Pemenang tender adalah CV Salim Jaya Konstruksi dengan nilai kontrak Rp7.455.977.117,89.


Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu Ahmad Syaifudin memastikan pekerjaan infrastruktur yang menjadi tanggung jawab dinasnya terus dilaksanakan dengan baik sesuai program pembangunan daerah.


Perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi salah satu bagian dari pembangunan Kabupaten Pringsewu pada 2026 di bawah kepemimpinan Bupati Riyanto Pamungkas dan Wakil Bupati Umi Laila.


Selain ruas Bulukarto–Mataram, sejumlah paket pekerjaan infrastruktur juga masuk dalam program Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu tahun anggaran 2026.


Di antaranya Rekonstruksi/Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan ruas Hotel Urban–Sp.4–Jl. Kesehatan dengan nilai sekitar Rp1 miliar. Kemudian pembangunan Jembatan Way Oyot di Kecamatan Sukoharjo dengan nilai sekitar Rp900 juta.


PUPR juga mengalokasikan pekerjaan untuk ruas Sp. Pagelaran–Fajar Mulia dengan pagu sekitar Rp590,7 juta serta ruas Sp.4 Pasar Adiluwih–Tunggul Pawenang Batas Kabupaten Pesawaran dengan pagu sekitar Rp1 miliar. Sementara pengawasan teknis pembangunan Jembatan Way Oyot tercatat memiliki nilai kontrak sekitar Rp48 juta.


Pada bidang Cipta Karya, terdapat pula paket Pembangunan Gedung Ruang Pelayanan Khusus Unit PPA dan PPO Satuan Reskrim Polres Pringsewu dengan pagu sekitar Rp999,9 juta. Pengawasan pembangunan gedung tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp100 juta.


Selain pembangunan fisik, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran untuk jasa konsultansi perencanaan dan pengawasan. Di antaranya jasa konsultansi rekonstruksi dengan nilai kontrak sekitar Rp160,8 juta, survei teknis ruas jalan Bulukarto–Mataram sebesar Rp200 juta, serta jasa konsultansi perencanaan arsitektur dengan nilai kontrak sekitar Rp157,7 juta.


Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus mendukung konektivitas dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Pringsewu.


Warga pun berharap pembangunan yang telah diprogramkan dapat terus dilaksanakan secara optimal dengan memperhatikan kualitas pekerjaan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.(alung)