lisensi

Rabu, 21 Oktober 2026, Oktober 21, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-22T05:47:33Z
Daerah

Bau Menyengat Diduga dari Limbah SPPG Karya Basuki, Warga Minta DLH Turun Tangan

Advertisement

 


Lampung Timur (Pikiran Lampung)– Bau menyengat yang diduga berasal dari limbah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karya Basuki mengganggu warga dan pengguna jalan di perbatasan Desa Sumberejo–Karya Basuki, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, Kamis (22/10/2026). Warga meminta instansi terkait segera memeriksa pengelolaan limbah tersebut.


Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, terlihat air berwarna kuning keruh mengalir melalui pipa paralon menuju selokan di tepi jalan raya. Aliran air tersebut mengeluarkan bau tidak sedap yang tercium hingga ke sekitar lokasi usaha dan jalur yang dilalui pelajar.


Padahal, di lokasi SPPG Karya Basuki disebut telah terpasang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Namun, efektivitas pengolahan limbah dan kesesuaian saluran pembuangannya masih perlu diperiksa oleh instansi berwenang.


GN (38), warga setempat, mengaku terganggu dengan bau menyengat yang diduga berasal dari aliran limbah tersebut.


“Benar, itu limbah dari dapur SPPG. Baunya sampai ke bengkel karena air limbah langsung dibuang ke selokan. Kami tidak bermaksud mencampuri urusan orang lain, tetapi setidaknya limbah harus dikelola dengan baik agar tidak merugikan masyarakat,” ujar GN.


Ia juga mengkhawatirkan kondisi tersebut karena jalan di sekitar lokasi merupakan akses utama anak-anak menuju sekolah.


Keluhan serupa disampaikan Jamil (56), warga yang melintas di lokasi. Ia mengaku awalnya mengira bau menyengat tersebut berasal dari bangkai hewan.


“Saya melintas pelan, lalu tercium bau yang sangat menyengat. Awalnya saya kira bangkai hewan. Setelah berhenti untuk mencari sumbernya, ternyata ada air berwarna kuning dan kotor yang mengalir dari pipa. Baunya sangat menyengat,” kata Jamil.


Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga, terutama karena lokasi pembuangan berada tidak jauh dari SMAN 1 Karya Basuki. Warga berharap persoalan ini segera diperiksa agar tidak terus mengganggu kenyamanan masyarakat dan para pelajar yang setiap hari melintasi jalur tersebut.


Hingga berita ini ditulis, awak media telah berupaya menghubungi Kepala SPPG Karya Basuki, Dhandi, melalui pesan singkat dan telepon WhatsApp. Namun, upaya tersebut belum membuahkan tanggapan.


Upaya menemui yang bersangkutan secara langsung pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.45 WIB juga belum berhasil. Menurut seorang relawan, kepala SPPG saat itu masih mengikuti rapat di kantor kecamatan.


Warga berharap Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Timur bersama pihak terkait di Kecamatan Waway Karya segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Pemeriksaan diharapkan mencakup kualitas air limbah, fungsi IPAL, serta saluran pembuangannya.


Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah pengelolaan limbah telah memenuhi ketentuan lingkungan yang berlaku. Sementara itu, pihak SPPG Karya Basuki diharapkan memberikan klarifikasi atas keluhan warga tersebut. (Fauzi)