Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung)- Operasi pemberantasan korupsi kembali digelar dalam skala besar oleh badan anti rasuah Indonesia.
Dimana, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini,
Selasa (13/10/2026), menggelar operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus dugaan
korupsi yang melibatkan unsur penyelenggara negara.
Kali ini, KPK melakukan operasi penindakan hukum di
lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Dalam keterangannya, Setyo Budiyanto Ketua KPK bilang, Tim
Penyidik KPK menangkap sejumlah pihak yang terindikasi punya keterlibatan.
Sekarang, para pihak yang tertangkap tengah menjalani
pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih, kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
“Ada beberapa pihak yang sudah diamankan dan sedang
diminta keterangan,” ujarnya di Jakarta.
Terkait identitas serta jabatan pihak-pihak yang terjaring
operasi senyap, Ketua KPK belum mau mengungkapkan.
Dia juga belum merinci konstruksi perkara atau kasus
dugaan korupsi di lingkungan BNPB yang sedang diusut KPK.
Sementara itu, Berton Panjaitan Pelaksana Tugas Kepala
Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB belum memberikan
keterangan.
Berton menyatakan, pihaknya belum mengetahui informasi
rinci dari KPK mengenai OTT di lingkungan BNPB.
“Kami belum dapat memberikan keterangan apa pun karena
kami belum tahu apa-apa. Yang pasti dari pagi sampai siang tidak ada OTT di
Kantor BNPB, dan kami tetap memberikan pelayanan seperti biasa,” katanya.
Berdasarkan KUHAP, aparat penegak hukum termasuk KPK punya
waktu maksimal 1×24 jam untuk memeriksa orang yang ditangkap.
Kalau cukup bukti adanya tindak pidana korupsi, KPK bisa
meningkatkan status pemeriksaan ke penyidikan, dan menetapkan pihak yang
terlibat sebagai tersangka.
Hingga kini, belum ada keterangan lebih alnut terkait OTT
KPK tersebut. (**)

