Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung) - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mengukir sejarah dengan menjalani debut di UEFA Champions League (Liga Champions) bersama LOSC Lille. Momen bersejarah tersebut terjadi saat Lille menghadapi Arsenal pada pertandingan fase liga di Stadion Emirates, London, Rabu (14/10/2026) dini hari WIB.
Verdonk masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-77 untuk mengisi sektor bek kiri. Meski hanya mendapatkan kesempatan bermain pada penghujung pertandingan, penampilan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan kariernya sekaligus pencapaian tersendiri bagi sepak bola Indonesia.
Namun, debut bersejarah itu tidak berakhir manis bagi Lille. Tim asal Prancis tersebut harus mengakui keunggulan Arsenal dengan skor 0-3 dalam pertandingan yang berlangsung di kandang klub asal London tersebut.
Sebelum Verdonk masuk, Arsenal telah unggul tiga gol. Bek Jurriƫn Timber membuka keunggulan tuan rumah pada menit ke-64, disusul gol Eberechi Eze tiga menit kemudian. Bukayo Saka kemudian melengkapi kemenangan Arsenal melalui gol pada menit ke-71.
Verdonk pun harus menjalani debut di tengah situasi sulit ketika Lille berusaha mengejar ketertinggalan. Waktu bermain yang tersisa tidak cukup bagi tim tamu untuk membalikkan keadaan, sehingga Lille pulang tanpa membawa poin dari lawatan ke London.
Sebelumnya, peluang Verdonk tampil di kompetisi antarklub paling bergengsi di Eropa itu sempat tertunda. Pada pertandingan pertama fase liga melawan Real Betis, ia masuk dalam skuad Lille, tetapi tidak mendapatkan kesempatan bermain. Lille saat itu kalah dengan skor 2-3.
Kesempatan Verdonk untuk tampil akhirnya datang pada laga melawan Arsenal. Pemain yang berposisi sebagai bek kiri tersebut sebelumnya mulai mendapatkan menit bermain bersama Lille di kompetisi domestik, termasuk saat menghadapi Le Havre pada lanjutan Ligue 1.
Debut ini menjadi catatan penting bagi Verdonk yang juga memperkuat Timnas Indonesia. Kehadirannya di lapangan Liga Champions menambah pencapaian pemain Indonesia di panggung sepak bola Eropa, meskipun klubnya harus menerima kekalahan dari Arsenal.(*)
