lisensi

Senin, 12 Oktober 2026, Oktober 12, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-13T01:36:09Z
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Gubernur Mirza Dorong Kolaborasi Perguruan Tinggi untuk Majukan Pertanian Lampung

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat untuk mempercepat modernisasi sektor pertanian serta meningkatkan kesejahteraan petani di Provinsi Lampung.


Komitmen tersebut disampaikan Gubernur saat menggelar ramah tamah dan silaturahmi bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) dalam rangka Lokakarya Nasional di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Mahan Agung, Senin (12/10/2026).


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur memaparkan potensi komoditas unggulan Lampung serta perkembangan ekonomi dan pendidikan sebagai bagian dari upaya mendorong pembangunan daerah. Ia juga menyoroti perkembangan alat dan mesin pertanian (alsintan) selama periode 2023–2026 yang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani.


Menurutnya, pemanfaatan teknologi pertanian harus terus diperkuat agar proses produksi semakin modern, efektif, dan mampu meningkatkan daya saing komoditas unggulan Lampung. Dukungan teknologi juga diharapkan dapat membantu petani menghadapi berbagai tantangan produksi sekaligus meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian.



Gubernur juga menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani padi melalui berbagai program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui program unggulan Desaku Maju, yang menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong kemajuan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


Untuk mewujudkan hal tersebut, Mirza mengajak perguruan tinggi pertanian di seluruh Indonesia berperan aktif dalam menghadirkan inovasi, mengembangkan sumber daya manusia, serta mendorong penerapan hasil penelitian yang sesuai dengan kebutuhan petani dan kondisi lapangan.


Sinergi antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dinilai penting agar pengembangan sektor pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, efisiensi usaha, dan kesejahteraan masyarakat. Kolaborasi tersebut sekaligus diharapkan mendukung visi pembangunan daerah, yakni Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045.


Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., yang hadir mewakili Rektor Unila, menegaskan pentingnya sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjawab tantangan pembangunan pertanian.


Ia menyebutkan, terdapat tiga agenda penting yang perlu diperkuat bersama, yakni mempersiapkan generasi pemimpin pertanian, mempercepat penerapan hasil penelitian, serta membangun kemitraan jangka panjang yang berkesinambungan.



Menurut Suripto, mahasiswa pertanian perlu dibekali kemampuan lintas disiplin, pemahaman terhadap perkembangan teknologi, dan kepekaan terhadap persoalan yang dihadapi petani. Karena itu, pembelajaran langsung melalui berbagai persoalan nyata di lapangan menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten.


Selain itu, hasil penelitian perlu diarahkan pada inovasi yang aplikatif, antara lain pengembangan pangan, pemanfaatan residu pertanian menjadi bioenergi, serta pengembangan biochar dan bioproduk. Inovasi tersebut diharapkan tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga layak diterapkan, memberikan manfaat ekonomi, dan mendukung keberlanjutan lingkungan.


Suripto turut mendorong pengembangan kerja sama melalui agenda riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, publikasi kolaboratif, serta pendampingan masyarakat dengan sasaran yang terukur.


“FKPTPI memiliki peran strategis dalam memperkuat mutu pendidikan pertanian Indonesia. Sementara itu, I-CAFFE membuka ruang untuk mempertemukan pengalaman lokal dengan perkembangan ilmu pengetahuan dunia,” ujarnya.


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Sekretaris Jenderal FKPTPI Prof. Dr. Ir. Samanhudi, para dekan dan wakil dekan perguruan tinggi pertanian se-Indonesia, serta sejumlah narasumber nasional dan internasional.


Narasumber yang hadir secara langsung di antaranya Dr. Hiroaki Somura, Dr. Siti Norliyana Harun, dan Prof. Dr. Udin Hasanudin. Sementara itu, Dr. Ashutosh Pathak dan Prof. Dr. Yoo Ji-ho mengikuti kegiatan secara daring.


Melalui pertemuan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap terbangun kolaborasi yang lebih kuat dengan perguruan tinggi dalam mengembangkan teknologi pertanian, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas penerapan hasil penelitian yang berdampak nyata bagi petani dan masyarakat.