Advertisement
Banjarmasin (Pikiran Lampung) – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di Laut Jawa terus bertambah. Hingga hari ke-20 operasi SAR, Jumat (2/10/2026), sebanyak 80 korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 55 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan data sementara Basarnas, dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes, sebanyak 188 orang telah ditemukan, terdiri atas 108 korban selamat dan 80 korban meninggal dunia. Dengan demikian, masih terdapat 55 orang yang belum ditemukan.
Kasi Operasi Basarnas Banjarmasin Arianto mengatakan, pencarian masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dengan menyisir sejumlah wilayah, baik melalui jalur laut maupun pesisir Kalimantan Tengah.
"Untuk korban dalam pencarian ada 55, sementara 80 sudah ditemukan meninggal dunia," kata Arianto, Sabtu (3/10/2026).
Tim SAR sebelumnya juga kembali menemukan dua korban meninggal dunia di wilayah pesisir pada Jumat (2/10). Kedua korban ditemukan melalui pencarian jalur darat yang dilakukan Kantor SAR Palangka Raya.
Kepala Basarnas M. Syafii mengatakan, dua korban tersebut ditemukan di kawasan pesisir dan selanjutnya dievakuasi untuk proses identifikasi. Sebelumnya, tim SAR juga menemukan empat korban di kawasan pesisir pada Rabu (30/9).
Dengan temuan tersebut, total korban KM Virgo Transport 8 yang telah ditemukan mencapai 188 orang dari 243 orang yang tercatat dalam manifes. Rinciannya 108 orang selamat, 80 meninggal dunia, dan 55 masih dalam pencarian.
Pencarian Terus Dioptimalkan
Memasuki hari ke-20, tim SAR masih mengoptimalkan pencarian di sejumlah lokasi yang dianggap berpotensi menjadi tempat ditemukannya korban.
Penyisiran dilakukan dari laut hingga kawasan pesisir Kalimantan Tengah. Tim juga terus melakukan evaluasi terhadap metode pencarian, termasuk operasi bawah air di sekitar bangkai kapal.
Untuk sementara, personel penyelam berada di Banjarmasin untuk menjalani proses recovery. Arianto mengatakan, kelanjutan operasi penyelaman masih menunggu hasil evaluasi tim.
"Posisi penyelam saat ini ada di Banjarmasin untuk recovery. Sambil menunggu hasil evaluasi dari tim penyelam," ujarnya.
Sementara itu, laporan detikKalimantan menyebutkan operasi penyelaman untuk sementara dihentikan guna memberikan waktu pemulihan kepada para penyelam. Penyisiran di area aman kapal telah dilakukan secara maksimal dan keputusan mengenai kelanjutan operasi bawah air masih menunggu hasil evaluasi.
63 Jenazah Sudah Teridentifikasi
Di tengah proses pencarian, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan bersama Mabes Polri juga terus melakukan identifikasi terhadap jenazah yang telah dievakuasi.
Pada Jumat (2/10), sebanyak 12 korban kembali berhasil diidentifikasi. Dengan tambahan tersebut, total 63 dari 80 jenazah yang telah diterima RS Bhayangkara Banjarmasin sudah diketahui identitasnya, sementara 17 jenazah lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Ke-12 korban yang baru teridentifikasi berasal dari sejumlah daerah, antara lain Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, dan Lampung. Salah satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah Aji Albani, warga Pesawaran, Lampung, berusia 26 tahun.
Proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante-mortem dan post-mortem, termasuk pemeriksaan DNA, ciri medis, struktur gigi, sidik jari, serta barang atau properti milik korban.
Kondisi sebagian jenazah yang ditemukan membuat proses identifikasi membutuhkan ketelitian lebih tinggi. Tim DVI tetap melakukan pemeriksaan secara bertahap dengan menggunakan data pembanding dari keluarga korban.
Hingga hari ke-20, operasi SAR masih difokuskan untuk menemukan 55 penumpang yang belum diketahui keberadaannya.
Basarnas memastikan upaya pencarian terus dilakukan dengan mengoptimalkan personel dan sarana yang tersedia, sembari memperhatikan faktor keselamatan seluruh petugas di lapangan.(*)