lisensi

Minggu, 11 Oktober 2026, Oktober 11, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-12T05:36:47Z
HukumInfo Terkini Gunung Anak Krakatau

Info Terkini, GAK Alami 68 Kali Gempa, Sinar Api Tampak Hingga Malam Hari, Waspadai Hujan Abu

Advertisement

 


Jakarta (Pikiran Lampung) –Warga di Provinsi Lampung, Banten serta Jabodetabek merasakan udara yang cukup terik, kondisi tersebut bahkan terasa hingga malam hari.

 

Hal ini dimungkinkan karena imbas dari erupsi Gunung Anak Krakatau ataupun faktor kemarau panjang.

 

Info terbaru, Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami 68 kali gempa berbagai jenis sepanjang hari Minggu, 11 Oktober 2026 kemarin. Masyarakat, nelayan hingga wisatawan, dilarang beraktivitas dalam radius 1 km dari dataran baru.

 

Mengutip laporan Magma Indonesia yang diunggah dalam website resmi milik Kementrian ESDM, Senin (12/10/2026) pukul 08.30 WIB tertulis, Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

 


 Dari puncak kawah keluar asap putih dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 5-100 meter.

 

 

Masih dalam laporan yang sama, sepanjang hari Minggu, 11 Oktober 2026, mulai pukul 00.00 wib hingga 24.00 WIB, kegempaan di Gunung Anak Krakatau bersifat fluktuatif, di dominasi tremor terus menerus.

 

Gunung berapi di perairan Selat Sunda itu mengalami 25 kali gempa hembusan dengan amplitudo 6-31 mm, dan lama gempa 21-264 detik.

 

Kemudian 2 kali gempa low frequency, dengan amplitudo 21-45 mm, dan lama gempa 6-14 detik 29 kali gempa hybrid atau fase banyak, dengan amplitudo 7-36 mm dan lama gempa 7-20 detik.

 

Selanjutnya, 7 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 11-21 mm dan lama gempa 9-17 detik.

 

Gunung Anak Krakatau juga mengalami 1 kali gempa tektonik jauh, dengan amplitudo 15 mm lama gempa 94 detik. Disusul 4 kali gempa tremor menerus dengan amplitudo 1-42 mm, dominan 15 mm.

 

 

 

Imbauan untuk Masyarakat

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi di media sosial (medsos). Jika ingin mendapatkan kabar pasti, bisa menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten).

 

"Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," tulis laporan tersebut.

 

 

Rangkuman Kondisi Terkini

Senin, 12 Oktober 2026

 

• Status Gunung: Level III (Siaga), naik dari Level II (Waspada) sejak 9 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB.

 

• Aktivitas Kegempaan: Tercatat sebanyak 68 kali gempa dengan berbagai jenis sepanjang hari Minggu (11/10/2026), yang didominasi oleh tremor menerus.

 

• Kondisi Visual: Gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut (0-III). Dari puncak kawah teramati asap putih dengan intensitas tipis hingga sedang setinggi 5–100 meter, serta sinar api yang masih tampak pada malam hari.

 

• Zona Bahaya: Masyarakat, nelayan, wisatawan, dan pendaki dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.

 

• Imbauan Warga: Warga di wilayah pesisir Lampung dan Banten diimbau tetap tenang, tidak mudah percaya hoaks, serta tidak serta-merta mengaitkan peningkatan aktivitas ini dengan ancaman tsunami. (**)