Advertisement
Pesibar (Pikiran Lampung) — Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung melakukan operasi pencarian terhadap Mulhakim bin Hamzah, 55, yang dilaporkan melompat ke laut di kawasan Pantai Sayar, Pekon Kota Karang, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, Kamis (15/10).
Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 11.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi bernama Yolanda, yang merupakan keponakan korban, Mulhakim sempat pulang ke rumah setelah bekerja membersihkan rumput di kawasan Way Lunik, pinggir Pantai Sayar.
Korban kemudian berjalan menuju tengah laut melalui hamparan batu karang yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah saksi. Setibanya di lokasi, korban dilaporkan melompat ke laut dan terseret ombak. Korban sempat terlihat melambaikan tangan untuk meminta pertolongan.
Namun, kondisi ombak yang besar membuat saksi tidak berani memberikan pertolongan secara langsung. Saksi kemudian memanggil orang tuanya untuk memberitahukan kejadian tersebut. Keluarga korban selanjutnya melaporkan peristiwa itu ke Polsek Pesisir Utara, yang kemudian meneruskan informasi kepada Basarnas Lampung.
Setelah menerima laporan pada pukul 13.38 WIB, Basarnas Lampung segera berkoordinasi dengan pelapor. Kemudian tim Rescue Unit Siaga SAR Pesisir Barat diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Tiba sekitar pukul 15.00 WIB tim langsung berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan dan melakukan asesmen. Tim SAR gabungan membagi personel menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). Kedua SRU melakukan penyisiran di sepanjang garis pantai ke arah utara dan selatan dengan jarak masing-masing sekitar 2 kilometer.
Kepala Kantor Basarnas Lampung yang diwakili oleh Komandan Unit Siaga SAR Pesisir Barat Ari Winata mengatakan bahwa hingga pukul 17.00 WIB, hasil pencarian masih nihil. Operasi pencarian pada hari pertama belum dapat diperluas ke tengah laut karena kondisi cuaca yang kurang mendukung dan gelombang laut yang mencapai ketinggian 2–4 meter.
"Tim melanjutkan pengamatan secara visual pada malam hari di pinggir pantai sekitar lokasi kejadian. Kemudian operasi SAR menggunakan alut kembali dilanjutkan pada Jumat (16/10) pukul 07.00 WIB sesuai rencana operasi hari kedua.", ujar Ari.
Dalam operasi tersebut, unsur SAR gabungan terdiri dari personil Unit Siaga SAR Pesisir Barat, BPBD Pesisir Barat, Polairud Pesisir Barat, Koramil Pesisir Utara, Polsek Pesisir Utara, serta masyarakat dan nelayan setempat.
Adapun peralatan yang digunakan meliputi perahu karet bermotor, kendaraan operasional, alat komunikasi, alat pelindung diri, peralatan selam, dan perlengkapan pendukung lainnya.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian dengan mengutamakan keselamatan personel. Kondisi cuaca dan gelombang akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode serta area pencarian berikutnya.
Basarnas juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait keberadaan korban agar segera menyampaikannya kepada tim SAR gabungan melalui emergency Call Basarnas 115 atau whatsapp comm center Basarnas Lampung di 082180048006. (*)

