lisensi

Sabtu, 31 Oktober 2026, Oktober 31, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-31T08:40:36Z
MTQ ke-53 Provinsi Lampung

MTQ ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Resmi Ditutup, Kabupaten Tanggamus Raih Juara Umum

Advertisement



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-53 Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 resmi ditutup setelah berlangsung sejak 25 Oktober 2026. Kabupaten Tanggamus berhasil meraih predikat juara umum dalam ajang tahunan tersebut. Penutupan ditandai dengan penyerahan piala penghargaan kepada para pemenang di Gedung Olahraga (GOR) Way Handak, Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (30/10/2026).


Penutupan MTQ ke-53 dilakukan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Muhammad Firsada, yang mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.


Dalam sambutan tertulis Gubernur yang dibacakannya, Firsada menyampaikan bahwa pelaksanaan MTQ ke-53 berlangsung lancar, tertib, aman, dan penuh keberkahan. Mengusung tema “Cahaya Al-Qur’an dari Serambi Sumatera”, kegiatan ini diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam dan membangun generasi Qur’ani di Provinsi Lampung.


Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi inspirasi dalam membentuk masyarakat yang religius, berakhlak mulia, dan berkemajuan. Keberhasilan generasi Qur’ani tidak hanya diukur dari keindahan bacaan dan kemampuan menghafal, tetapi juga dari akhlak serta pengamalan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


Firsada juga menyampaikan ucapan selamat kepada para qari dan qariah, hafiz dan hafizah, mufasir dan mufasirah, serta seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi. Ia berharap para peserta terus meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat nasional tahun 2027.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Lampung, Zulkarnain, menegaskan bahwa MTQ tidak boleh berhenti sebagai ajang perlombaan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut harus menjadi momentum memperkuat pembinaan potensi putra-putri daerah secara terencana dan berkelanjutan.


“Prestasi besar tidak selalu dimulai dari juara, tetapi dari keberanian membina, memberi kesempatan, dan terus memperbaiki kualitas,” ujar Zulkarnain.


Ia menjelaskan, seluruh tahapan MTQ ke-53, mulai dari penerimaan dan verifikasi peserta, pembukaan, pelaksanaan musabaqah pada sembilan mimbar, babak penyisihan hingga final, berlangsung dengan baik, tertib, dan lancar.


Penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan sejumlah pengembangan, di antaranya siaran langsung dari Mimbar Utama serta publikasi hasil penilaian peserta melalui aplikasi e-MTQ Lampung. Pemanfaatan teknologi tersebut menjadi upaya menghadirkan pelaksanaan MTQ yang lebih terbuka, informatif, dan transparan.


“Melalui inovasi ini, kita ingin penyelenggaraan MTQ semakin terbuka dan informatif. Tentu masih ada hal yang perlu kita tingkatkan, terutama kualitas live streaming, layanan informasi, dan sistem publikasi hasil penilaian,” jelasnya.


Zulkarnain juga menyoroti pentingnya pembinaan peserta dari daerah masing-masing. Ketentuan domisili diberlakukan bagi peserta cabang Tartil Al-Qur’an, Tilawah Anak-anak, serta Tahfiz 1 Juz dan Tilawah. Peserta pada golongan tersebut wajib berdomisili di kabupaten atau kota yang mendaftarkannya sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan potensi lokal.


“Kita berharap setiap daerah semakin serius menggali dan mengembangkan potensi lokal. Pembinaan harus dilakukan secara terencana, berkelanjutan, dan berkualitas agar peserta memiliki kesempatan untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” ungkapnya.


Pada kesempatan itu, Zulkarnain turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan masyarakat yang telah menjadi tuan rumah MTQ ke-53, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran.


Ia menegaskan, menjadi tuan rumah MTQ bukan sekadar menyediakan tempat dan fasilitas, tetapi juga merupakan tanggung jawab dalam mendukung syiar Islam serta membangun generasi Qur’ani.


Kepada Kabupaten Tanggamus yang berhasil meraih predikat juara umum, Zulkarnain menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi. Sementara peserta yang belum memperoleh juara diharapkan tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan.


“MTQ bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Di dalamnya ada proses belajar, memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, dan menyebarkan syiar Al-Qur’an. Karena itu, jangan pernah berhenti mencintai dan mempelajari Al-Qur’an hanya karena belum memperoleh hasil yang diharapkan,” pesannya.


Ia juga mengingatkan bahwa seluruh peserta merupakan bagian dari keluarga besar hamalatul Qur’an, yakni para pembawa dan penjaga nilai-nilai Al-Qur’an. Predikat tersebut tidak hanya melekat kepada mereka yang membawa pulang piala, tetapi juga seluruh peserta yang telah berjuang dan mengambil bagian dalam syiar Al-Qur’an.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang mewakili Bupati Radityo Egi Pratama, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Lampung atas kepercayaan yang diberikan kepada Lampung Selatan sebagai tuan rumah MTQ ke-53.


Menurutnya, penyelenggaraan MTQ menjadi momentum mempertemukan para pencinta Al-Qur’an dari seluruh kabupaten dan kota sekaligus mempererat tali silaturahmi. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan merasa bangga dapat menjadi tempat berkumpulnya para peserta dan masyarakat yang memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an.


Supriyanto juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi. Ia menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, kedisiplinan, ketekunan, serta pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Namun, keberhasilan dalam MTQ tidak hanya diukur dari piala, medali, atau gelar juara, melainkan juga dari akhlak, sportivitas, serta kesungguhan dalam memahami dan mengamalkan kandungan Al-Qur’an.


Sebagai tuan rumah, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam penyambutan, pelayanan, maupun fasilitas selama kegiatan berlangsung. Apresiasi juga disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Lampung, pemerintah kabupaten dan kota, kafilah, Dewan Hakim, panitia, pembina, serta masyarakat yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ ke-53.


Berakhirnya MTQ ke-53 diharapkan menjadi awal penguatan pembinaan generasi Qur’ani di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Dengan pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, potensi putra-putri daerah diharapkan terus berkembang sehingga mampu mengukir prestasi pada ajang MTQ tingkat nasional maupun lebih tinggi.(mario)