Advertisement
Lampung Utara (Pikiran Lampung)– Silaturahmi Ibu Kapolres Lampung Utara bersama Ketua Umum DPP Laskar Lampung Indonesia (LLI), Ir. Nerozely AP Koenang, Dewan Penasihat DPP LLI, Purnawirawan Jenderal Polisi Ike Edwin, serta Sekretaris Jenderal DPP LLI, Panji Padang Ratu, S.H., berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pejabat Polres Lampung Utara, tokoh adat dan tokoh masyarakat Keratuan Pemanggilan Buay Koenang, tokoh adat dan masyarakat Abung Koenang, serta jajaran pengurus DPC Laskar Lampung Indonesia Kabupaten Lampung Utara dan Kabupaten Lampung Tengah.
Sejumlah pejabat Polres Lampung Utara yang hadir di antaranya Kabag, Wakabag, Kabag Ops, Kabag Logistik, Kabag Ren, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasi Humas, Kasiwas, serta para asisten pribadi (aspri).
Silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan persaudaraan sekaligus membangun komunikasi yang harmonis antara institusi kepolisian, organisasi kemasyarakatan, dan tokoh adat di wilayah Lampung Utara.
Ketua Umum DPP Laskar Lampung Indonesia, Ir. Nerozely AP Koenang, bersama jajaran pengurus dan para tokoh yang hadir, turut memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun hubungan kemasyarakatan yang berlandaskan rasa saling menghormati, kepedulian sosial, serta penghargaan terhadap nilai-nilai adat dan budaya Lampung.
Selain mempererat tali silaturahmi, pertemuan tersebut juga menjadi sarana untuk memperkuat sinergi berbagai elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kolaborasi antara kepolisian, organisasi kemasyarakatan, tokoh adat, dan masyarakat dinilai penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif.
Kehadiran tokoh adat dan tokoh masyarakat dari Keratuan Pemanggilan Buay Koenang serta Abung Koenang turut mencerminkan pentingnya menjaga kelestarian adat istiadat sebagai bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat Lampung.
Melalui pertemuan tersebut, diharapkan hubungan baik antara Polres Lampung Utara, Laskar Lampung Indonesia, tokoh adat, dan masyarakat dapat terus terpelihara. Komunikasi yang terbuka, sikap saling menghargai, serta semangat persaudaraan diharapkan menjadi landasan dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun dan harmonis.
Silaturahmi ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga persatuan, merawat nilai-nilai budaya, dan memperkuat kebersamaan demi terciptanya kehidupan sosial yang damai serta kepentingan masyarakat luas.(Bams)
