lisensi

Selasa, 20 Oktober 2026, Oktober 20, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-21T08:25:21Z
Pertalite dan Solar Mulai Langka Di Bandar Lampung

Pertalite dan Solar Kosong di Sejumlah SPBU Bandar Lampung Pada Rabu Siang, Antrean Kendaraan Mengular

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Bandar Lampung mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Biosolar, rabu (21/10/2026) siang. Kondisi tersebut memicu antrean panjang kendaraan, terutama mobil pribadi, bus, dan truk yang menunggu ketersediaan bahan bakar.


Pantauan Tim Pikiran Lampung di SPBU 24.352.41, Jalan Soekarno Hatta, Way Laga, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung, Pertalite dan Biosolar dilaporkan mulai kosong sejak pagi. Sementara itu, antrean mobil tampak mengular menunggu kedatangan mobil pengangkut BBM untuk mengisi kembali persediaan di SPBU tersebut.


Salah seorang pengendara, Yadi, sopir mobil Fuso warga Bumi Waras, mengaku telah mengantre sejak pagi. Ia mengatakan, berdasarkan informasi dari petugas SPBU, pasokan BBM diperkirakan baru tiba pada sore hari.


“Ya, Mas, dari tadi pagi antreannya. Informasinya dari petugas nanti sore mau datang,” katanya saat ditemui di lokasi.



Kekosongan Pertalite juga terjadi di SPBU 21.351.03 yang berada di Jalan Soekarno Hatta, Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Namun, berbeda dengan SPBU di Way Laga, stok Biosolar di SPBU tersebut masih tersedia meski antrean kendaraan mengular hingga lebih dari satu kilometer.


Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah bus dan mobil truk mengantre untuk mendapatkan Biosolar. Para pengemudi terlihat menunggu giliran dengan sabar di tengah panjangnya antrean kendaraan.



Seorang petugas SPBU mengatakan, persediaan Pertalite baru habis pada Selasa pagi. Pihaknya memperkirakan pasokan BBM kembali tiba pada sore atau malam hari.


“Baru tadi pagi habis Pertalitenya, Mas. Mungkin sore atau malam nanti ngisi lagi,” kata petugas tersebut.


Kondisi ini terjadi di tengah ancaman menipisnya kuota BBM bersubsidi di Provinsi Lampung menjelang akhir 2026. Berdasarkan data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Lampung, stok Biosolar diprediksi habis pada 24 November 2026, sedangkan Pertalite diperkirakan habis pada 18 Desember 2026 jika tidak ada tambahan kuota.


Kekosongan BBM di sejumlah SPBU dan antrean kendaraan yang mengular menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi pengemudi angkutan barang dan transportasi umum yang bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi. Kepastian pasokan serta keputusan pemerintah pusat mengenai tambahan kuota diharapkan dapat mencegah gangguan distribusi dan aktivitas ekonomi masyarakat di Lampung.