Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung) – Sebagai sebuah perguaruan
tinggi negeri terkemuka di Lampung dan Indonesia, Institut Teknologi Sumatera
(Itera) Lampung terus mengembangkan kualitas dan prodinya.
Terbaru, secara resmi Itera Lampung memperoleh izin
pembukaan Program Studi Magister (S2) Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK)
berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
Nomor 1196/B/O/2026.
Rektor Itera Elfahmi menyampaikan bahwa pembukaan prodi
baru tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam berkontribusi secara
berkelanjutan untuk pembangunan daerah maupun nasional.
"Program S2 PWK diharapkan dapat berkontribusi dalam pengembangan keilmuan, riset, dan inovasi bidang perencanaan wilayah dan kota, serta menghasilkan lulusan yang mampu memberi masukan terhadap tata kota yang smart, inklusif, dan berkelanjutan," katanya, Selasa (13/10/2026) di kampus lokasi Kampus tersebut Lampung Selatan.
Ia mengapresiasi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi,
Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) serta tim pengusul yang telah mengawal
proses perizinan sejak awal.
"Kami tentu apresiasi tim pengusul yang telah
mengawal perizinan ini, hingga Program S2 PWK mendapatkan izin," katanya.
Sementara itu, Ketua Tim Pengusul Pendirian Prodi S2 PWK
Itera Dr. Muhammad Zainal Ibad menjelaskan bahwa inisiatif pengajuan program
telah berjalan sejak awal 2025.
"Langkah tersebut didorong oleh tingginya minat
alumni S1 PWK Itera untuk melanjutkan pendidikan tingkat magister," kata
dia.
Menurut Ibad, program sarjana PWK Itera mencetak lebih
dari 150 lulusan setiap tahunnya. Selain mengakomodasi kebutuhan pendidikan
lanjutan alumni, prodi S2 ini dihadirkan untuk memenuhi kebutuhan pemerintah
daerah akan tenaga ahli bidang perencanaan pembangunan, mitigasi risiko
bencana, serta adaptasi teknologi perkotaan.
"Pendekatan cerdas (intelligent) dan tangguh
(resilience) menjadi fokus utama dalam kurikulum S2 PWK Itera untuk menjawab
tantangan tata ruang dan kewilayahan masa depan," katanya.
Ia mengatakan bahwa untuk mendukung proses pembelajaran
dan riset, program magister ini diperkuat oleh sejumlah tenaga pengajar lintas
disiplin ilmu, seperti Prof. Harkunti Pertiwi Rahayu (bidang kebencanaan),
Prof. Ibnu Syabri (transportasi cerdas), Ir. M. Bobby Rahman, Ph.D.
(kewilayahan), Dr. Muhammad Zainal Ibad (infrastruktur berkelanjutan), Hafi
Munirwan, Ph.D. (kajian perkotaan), Dr. Asnani (sosiologi perkotaan), serta Dr.
Asirin (perencanaan wilayah berkelanjutan).
"Pada penerimaan angkatan pertama tahun akademik
2027/2028, kami menargetkan kuota sebanyak 20 mahasiswa. Program studi ini
terbuka bagi lulusan sarjana dari berbagai disiplin ilmu yang memenuhi kriteria
seleksi," kata dia.(ant/p1)

