Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) mulai mempersiapkan keikutsertaannya dalam pemeringkatan internasional QS World University Rankings (WUR) by Subject 2027 melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pusat Sertifikasi, Akreditasi dan Layanan Internasional (SALI), Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Kamis (8/10/2026), di Meeting Room 2 Gedung Academic & Research Center.
Kegiatan ini membahas metodologi dan indikator QS, pemetaan bidang keilmuan unggulan, pengelolaan data dan dokumen, serta penyusunan strategi dan rencana aksi yang konkret dan terukur. Berdasarkan analisis melalui platform SciVal, UIN RIL memiliki tiga bidang keilmuan yang relatif menonjol, yakni Education & Training, Physics & Astronomy, serta Theology, Divinity & Religious Studies.
Ketua LPM UIN RIL, Bambang Irfani, Ph.D., mengatakan pemetaan tersebut menjadi dasar bagi pimpinan universitas untuk menentukan bidang yang akan diikutsertakan dalam pemeringkatan. Penentuan itu perlu mempertimbangkan kekuatan akademik, peluang pemeringkatan, serta kesiapan universitas dalam memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Ia menegaskan, persiapan pemeringkatan internasional harus tetap berjalan seiring dengan upaya mempertahankan akreditasi unggul. Karena itu, strategi yang disusun perlu memperkuat kualitas akademik sekaligus meningkatkan daya saing universitas.
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN RIL, Prof. Dr. Andi Thahir, M.A., menekankan pentingnya integrasi data di tingkat universitas. Menurutnya, potensi dosen dan sivitas akademika, termasuk publikasi, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kolaborasi internasional, serta jejaring akademik, perlu dihimpun dan dikelola secara terpadu untuk mendukung strategi pemeringkatan.
Dalam kegiatan tersebut, UIN RIL menghadirkan Haipan Salam, M.Si., Ph.D., dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), yang menjabat Kepala Divisi Pemeringkatan pada Direktorat Penjaminan Mutu dan Pemeringkatan UPI. Ia menjelaskan bahwa akreditasi berfokus pada pemenuhan standar dan kualitas proses, sedangkan pemeringkatan lebih menitikberatkan pada kinerja perguruan tinggi berdasarkan indikator tertentu dan perbandingan dengan institusi lain.
Haipan juga memaparkan pentingnya reputasi akademik, reputasi di kalangan pemberi kerja, kinerja riset, kualitas pembelajaran, internasionalisasi, alumni, dan keberlanjutan dalam mendukung daya saing perguruan tinggi. Selain itu, universitas perlu memastikan kelayakan setiap bidang yang akan diikuti, termasuk memenuhi persyaratan jumlah publikasi selama lima tahun terakhir serta ketersediaan fakultas dan kapasitas penelitian yang sesuai.
Menurutnya, pemeringkatan seharusnya tidak hanya dipandang sebagai upaya mengejar posisi dalam daftar peringkat, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi kekuatan dan mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan. Penguatan publikasi, reputasi akademik, integrasi data, dan kolaborasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
FGD ini diikuti unsur pimpinan dan pengelola unit terkait, termasuk perwakilan fakultas, LPM, LP2M, serta gugus penjaminan mutu fakultas dan program studi. Melalui kegiatan tersebut, UIN RIL diharapkan mampu menyusun strategi yang lebih terarah dan terukur untuk mempersiapkan keikutsertaan dalam QS WUR by Subject 2027 sekaligus memperkuat reputasi akademiknya di tingkat internasional. (Kesya)
