lisensi

Rabu, 28 Oktober 2026, Oktober 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-10-29T06:52:18Z
Pemilihan Rektor Unila Periode 2027–2031Pendidikan

Unila Tetapkan Tiga Calon Rektor Periode 2027–2031, Budiyono Raih Suara Terbanyak

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Universitas Lampung (Unila) menetapkan tiga Calon Rektor periode 2027–2031 melalui rapat senat yang digelar di Ruang Sidang Utama, Gedung Rektorat Unila, Kamis (29/10/2026). Dalam pemungutan suara tersebut, Dr. Budiyono, S.H., M.H., memperoleh suara terbanyak dengan 22 suara.


Pemilihan ini melibatkan 47 anggota Senat Unila yang memiliki hak suara untuk menentukan tiga calon dari enam Bakal Calon Rektor (Bacarek) yang telah mengikuti tahapan penjaringan dan penyaringan.


Berdasarkan hasil pemungutan suara, Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., menempati posisi kedua dengan perolehan 15 suara. Sementara itu, Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes., Sp. KKLP., meraih tujuh suara. Ketiganya ditetapkan sebagai Calon Rektor yang akan mengikuti tahapan pemilihan selanjutnya bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).


Usai penetapan, ketiga calon melakukan pengundian nomor urut untuk tahapan pemilihan tingkat akhir. Hasilnya, Asep Sukohar mendapat nomor urut 1, Warsito nomor urut 2, dan Budiyono nomor urut 3.


Pada tahapan akhir, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memiliki hak suara sebesar 35 persen dalam penentuan Rektor Unila periode 2027–2031. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari tata kelola perguruan tinggi negeri yang melibatkan senat dan kementerian dalam proses penetapan pimpinan universitas.



Ketua Panitia Pemilihan Rektor Unila, Prof. Dr. Muhammad Akib, S.H., M.Hum., mengatakan panitia bersama Ketua Senat akan menyerahkan hasil pemilihan beserta berkas ketiga calon kepada Kemdiktisaintek untuk diproses lebih lanjut.


“Setelah ini berkas akan diserahkan ke Kementerian dan kita akan menunggu jadwal untuk pemungutan suara tingkat akhir,” ujarnya.


Setelah berkas diserahkan, tahapan berikutnya akan menunggu proses penilaian oleh kementerian dan penetapan jadwal pemungutan suara akhir untuk menentukan Rektor Unila periode 2027–2031.


Melalui proses pemilihan tersebut, Unila menegaskan komitmennya untuk menjaga tata kelola kelembagaan yang demokratis, transparan, dan akuntabel. Kepemimpinan baru yang terpilih nantinya diharapkan dapat melanjutkan transformasi universitas serta memperkuat peran Unila dalam pengembangan pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak.(salsabila)