lisensi

Rabu, 04 November 2026, November 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-11-04T10:24:38Z
HukumMotif Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Dugaan Makar Kepada Presiden, Motif Penyadapan Oleh Listyo Sigit Dan Para Jenderal Dipertanyakan

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung)- Dugaan penyadapan yang dilakukan oleh Mantan Kapolri dan para Jenderal Polri lainnya, jadi perhatian utama public di tanah air.

 

Terutama, apa motif dan tujuan dari dugaan penyadapan terhadap kepala negara dan sejumlah institusi tersebut.

 

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Sugiono, mempertanyakan motif dan dasar dugaan penyadapan telepon seluler Presiden Prabowo Subianto yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo dan sejumlah pihak lainnya.


"Kami di gerindra berpandangan apasih motifnya apasih dasarnya kan seperti itu, penyadapan dilakukan kepada kepala pemerintahan kepada presiden dalam hal ini oleh institusi yang berada di bawah beliau," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/11/2026) dikutif dari laman Republika.

 


Sugiono menilai, penyadapan terhadap kepala pemerintahan oleh institusi yang berada di bawah kepemimpinannya merupakan persoalan serius. Bahkan, ia memandang tindakan tersebut sebagai bentuk insubordinasi yang berpotensi mengarah pada dugaan makar terhadap Presiden.

 

“Kalau saya sih berpendapat bahwa ini merupakan suatu bentuk insubkordinasi, kemudian bisa jadi kemudian ditemukan motif-motif yang mengarah makar kepada presiden,” tegasnya.

 

Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dan jajarannya yang telah mengusut perkara tersebut.

 

Sugiono berharap proses hukum berjalan hingga seluruh fakta, termasuk motif di balik penyadapan, dapat terungkap secara terang.

 

“Dan sekali lagi kami mengucapkan apresiasi kepada kapolri dan jajarannya sudah melakukan proses ini dan tentu saja kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk bisa mengetahui lebih lanjut tapi sekali lagi ini merupakan sesuatu yang sangat-sangat disayangkan,” ujarnya.

 

Menanggapi anggapan Istana kecolongan dalam pengamanan komunikasi Presiden, Sugiono menyebut persoalan itu perlu didalami karena pelakunya justru berasal dari dalam pemerintahan sendiri.

 

“Itu juga yang sedang kita dalami dan itu tadi kalau disebut kebobolan ya ini dari dalam sendiri kan dari dalam pemerintahan sendiri. Makanya saya bilang ini bisa saja diterjemahkan sebagai suatu insubkordinasi,” tegasnya. (**)