lisensi

Rabu, 20 Agustus 2025, Agustus 20, 2025 WIB
Last Updated 2025-08-20T13:15:56Z
20/08/2025Kadis Dikbud Thomas AmiricoPendidikan

JPSI Apresiasi Langkah Tegas Kadisdikbud Lampung Targetkan Siswa SMA/SMK Diatas 50% Lolos Perguruan Tinggi

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung)
- Sikap tegas akan mencopot Kepala dan guru SMA/SMK Negeri disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, Thomas Amirico menyikapi rendahnya kelulusan siswa yang lolos tes masuk perguruan tinggi.


Thomas menyebutkan telah menetapkan Key Performance Indicator (KPI) minimal 50 persen setiap sekolah meloloskan siswanya masuk perguruan tinggi melalui jalur tes.


"Mulai tahun ajaran 2026 nanti minimal 50 persen setiap sekolah siswanya harus lolos seleksi perguruan tinggi negeri maupun swasta. Kalau tidak mencapai terpaksa kepala sekolah  beserta guru saya copot" tegas Thomas kepada awak media, di ruang kerjanya Rabu (20/08/2025).


Ketegasan tersebut menurut Kadisdikbud Lampung, Thomas cukup beralasan berdasarkan data tahun 2025 hanya 22,19 persen atau 12.601 siswa dari 424 SMA negeri dan swasta di Lampung yang berhasil masuk perguruan tinggi. 


"Miris sekali, sebab kita berada di posisi ke-35 dari 38 provinsi secara nasional. Selain faktor akses pembelajaran, kompetensi guru juga perhatian utama" ujarnya.


Untuk itu, Disdikbud Lampung mewajibkan setiap sekolah membuat kelas khusus bagi siswa kelas XII berisi program mentoring, try out, peta jalan belajar sesuai jurusan, dan pembelajaran tambahan. 


“Untuk mengarahkan siswa agar lebih konsentrasi pada pelajaran, guru sebagai tenaga pengajarnya akan  diuji kompetensinya dan ditingkatkan serta harus bersertifikasi sehingga menjadi guru-guru terbaik" tutur Thomas.


Untuk mendukung target 50 persen, Thomas menerangkan bahwa Pemprov Lampung juga akan memberi program tambahan berupa Campus Expo secara masif di sekolah. "Serta memperkuat pembelajaran berbasis literasi" pungkasnya.


Sementara itu, dalam pernyataanya Ketua Umum Jaringan Penggiat Sosial Indonesia (Ketum JPSI), Ichwan mengapresiasi sikap tegas Kadisdikbud Lampung, Thomas Amirico tersebut.


Kepada wartawan, Ichwan mendukung langkah Disdikbud meningkatkan kualitas tenaga pengajar serta program-program yang disampaikan tersebut. Menurutnya ketegasan Kadisdikbud tersebut sebagai peringatan keras bagi pihak sekolah agar pendidikan di provinsi Lampung tidak lagi terpuruk jauh.


Bukan saja masalah perbedaan akses  pembelajaran yang dimiliki disetiap wilayah baik di kota maupun kabupaten, tetapi menurutnya tidak semua orang tua siswa mampu membiayai Bimbingan Belajar (Bimbel) di luar sekolah.


"Apalagi jam belajar siswa di sekolah sekarang sudah Fullday (sehari penuh). Artinya para siswa tidak perlu lagi Bimbel diluar sekolah, tinggal kompetensi gurunya ditingkatkan dan sistem pembelajaran yang setara serta program tambahan yang berkualitas" ucap Ichwan. (susi)