lisensi

Rabu, 01 Oktober 2025, Oktober 01, 2025 WIB
Last Updated 2025-10-01T14:29:32Z
NasionalPonpes Al Khoziny Sidoarjo

Korban Meninggal Dunia Di Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Jadi Empat Orang, Puluhan Santri Masih Terjebak Di Reruntuhan

Advertisement


Jawa Timur (Pikiran Lampung) - Korban meninggal dunia akibat tertimbun reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, bertambah menjadi empat orang. Jenazah korban berhasil dikeluarkan tim SAR gabungan dari dalam reruntuhan, Rabu (01/10/2025) siang.


Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI M. Syafeii, mengungkapkan hal itu kepada wartawan, Rabu (01/10/2025).


"Jadi hari ini yang kita temukan ada di sektor A1, satu kondisi sudah meninggal dunia dan satu mudah-mudahan cepat pulih dan sembuh sehat kembali," kata M. Syafeii.


Dengan demikian, sampai Rabu sore, sudah empat orang yang ditemukan meninggal dunia. Adapun yang dilaporkan mengalami luka berat akibat tertimpa reruntuhan belum dapat dipastikan jumlahnya.


"Kemudian yang luka-luka ada 23 atau 22, semua luka berat," kata Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, Rabu (01/10), kepada wartawan.


Ditambahkan korban luka ringan berjumlah 75 orang. "Semuanya sudah bisa ditangani dengan baik," tambahnya.


Dan memasuki hari ketiga, evakuasi santri yang tertimbun reruntuhan Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, terus dilakukan.


Tim SAR gabungan saat ini berpacu dengan waktu mengingat terdapat periode krusial atau golden time dalam mengevakuasi korban dalam keadaan hidup.


Hal ini dikatakan Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI M. Syafeii, kepada wartawan di lokasi.


"Saat ini kita mengejar golden time. Sesuai teori memang 72 jam. Namun pada saat kita sudah bisa menyentuh korban, kita sudah bisa mensuplai minuman, vitamin, bahkan infus sudah bisa kita berikan. Sehingga memungkinkan yang bersangkutan ini bisa bertahan lebih lama," paparnya.


Emi Freezer, selaku kasubdit pengarahan dan pengendalian operasi bencana dan kondisi membahayakan manusia Basarnas, menambahkan bahwa para petugas berupaya memberi makanan dan minuman kepada para korban yang terperangkap.


"Kami belum bisa menyentuh langsung ke mereka. Kami hanya bisa mengantarkan suplemen melalui celah kecil yang ada di pilar utama yang ada di tengah," paparnya.


Menurut Emi, petugas sedang membuat terowongan kecil di bawah struktur bangunan guna menjangkau korban.


"Kami sedang membuat tunnel [terowongan] di bawahnya untuk memberikan kesempatan pembebasan korban. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali karena berada di bawah rembetan bordes," jelas Emi.


Bangunan pondok Pesantren Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, ambruk pada Senin sore ketika ratusan santri tengah melaksanakan shalat berjamaah di mushalla di lantai bawah.


"Informasi dari laporan yang didapatkan petugas (bagaimana) kejadian ini bermula," kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso di Jakarta, Senin malam.


Basarnas di Jawa Timur menerima laporan insiden terjadi sekitar pukul 15:35 WIB saat kegiatan pengecoran bangunan tengah berlangsung sejak pagi.(*)