lisensi

Rabu, 01 Oktober 2025, Oktober 01, 2025 WIB
Last Updated 2025-10-01T16:23:08Z
01/10/2025Bahaya NarkobaFilm Di Ketinggian SemuLampung

Launching Film 'Di Ketinggiam Semu' Tuai Banyak Pujian

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung)
- Film Karya Pengurus Daerah Persatuan Artis Film Indonesia (PD PARFI) Lampung, Moeslih Harnie  menuai banyak pujian dari sejumlah pihak, mulai dari instansi pemerintahan, mahasiswa Direktur RS. Bintang Medika, dan masyarakat umum.  


Pujian pertama datang dari Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kadisparekraf) Provinsi Lampung, Bobby Irawan mengungkapkan bahwa film ini memiliki pesan moral yang kuat dan mengangkat isu sosial yang sangat relevan terkait dengan narkotika dan dampaknya yang sangat spesifik terhadap masyarakat khususnya generasi muda di balik kemasan visual yang memikat.


"Film Di Ketinggian Semu mengajak kita merenung bahwa dalam mengejar ketinggian atau keberhasilan kita tidak boleh terjebak dalam ilusi narkoba sering datang dengan wajah yang manis namun membawa kehancuran yang nyata. Kita tahu bersama Indonesia masih menghadapi tantangan besar berdasarkan data BNN pada tahun 2023 ada sekitar 4 juta penyalahgunaan narkoba dan yang paling mengkhawatirkan lebih dari 50% diantaranya adalah generasi muda angka ini bukan hanya statistik tapi alarm bagi kita semua, di balik wajah manis narkoba yang sering terlihat sebagai jalan pintas menuju ketinggian atau kesenangan tersembunyi merupakan kehancuran yang nyata.


Film ini dengan cerdas mengeluarkan pesan itu bahwa dalam mengejar keberhasilan jangan sampai kita terluka pada resolusi sebab ketinggian yang semu hanya akan menjatuhkan kita dalam kegelapan," ujarnya.


Ia menilai Film Di Ketinggian Semu bukan hanya sekedar menghibur, namun merupakan pesan moral untuk menyelamatkan banyak jiwa dari bahaya narkoba.


"Saya rasa film ini adalah salah satu bukti nyata semangat dan kolaborasi serta keberanian para pelaku seni Lampung mampu menghadirkan sebuah karya dari Moeslih Harnie selaku Ketua PD FARFI Lampung sekaligus Produser, yang bukan hanya menghibur tapi juga penyelamatkan banyak jiwa atas nama pemerintah provinsi Lampung saya yang menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim produksi ini yang ada di depan kita semua baik para aktor, kru dan semua pihak yang terlibat dalam film ini. 


Mari kita jadikan pemutaran film ini sebagai momentum untuk menolak narkoba momentum untuk bangkitnya film-film lokal dan momentum untuk gerakan sosial yang lebih besar menjaga masa depan generasi muda kita agar tetap bersinar  dan meningkatkan kesejahteraan bagi para pelakunya film di Lampung," pungkasnya.


Hal senada diungkapkan Dessy (19) yang merupakan mahasiswi di IIB Darmajaya.


"Film ini sangat bagus ya, mengingatkan kita sebagai generasi muda untuk mengetahui bahaya narkoba, serta kita harus menjauhinya, selain itu dari kualitas Film terutama gambar dan para pemain cukup bagus ya, semoga perfilm an di Lampung akan maju," katanya.


Sementara, Direktur Utama RS. Bintang Medika, Reihana sangat mensupport Film ini karena produser dan para kru yang merupakan warga Bandar Lampung. Ia juga menilai Film ini



"Ini produsernya dan pemainnya dari Lampung ya kita harus support donk, dan film ini cukup bagus ya untuk kita memberantas narkoba dan pendidikan untuk orang tua, anak anak bagaimana akibatnya jika kita kena dengan narkoba itu," kata mantan Kadiskes Provinsi Lampung 3 periode tersebut.


Menurut ketua PD Parfi Lampung  dan produser film, Moeslih Harnie mengatakan bahwa film ini akan di putar terus di kalangan pelajar, Mahasiswa serta kaula muda dan kaum melenial.


"Film ini akan terus diputar di kalangan pelajar, Mahasiswa serta kawula muda, dan kaum milenial, tentunya untuk memberi edukasi bahaya narkoba," katanya. (sus)