lisensi

Sabtu, 29 November 2025, November 29, 2025 WIB
Last Updated 2025-11-29T11:06:43Z
Tabligh Akbar Indonesia Berdoa 2025

Lautan Jemaah Padati Kota Baru, Hari Kedua Tabligh Akbar Indonesia Berdoa Kian Membludak

Advertisement



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) - Memasuki hari kedua pelaksanaan Tabligh Akbar Indonesia Berdoa yang menjadi rangkaian Ijtima Ulama Dunia di kawasan Kota Baru, suasana di lokasi kegiatan, sabtu (29/11/2025) terpantau semakin padat. 


Arus kedatangan rombongan jemaah terus berdatangan sejak pagi hingga malam hari dengan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari bus pariwisata, kendaraan pribadi, hingga mobil bak terbuka. Antrean panjang kendaraan terlihat mengular menuju area utama kegiatan.



Bahkan, menurut informasi yang beredar di lapangan, jemaah dari Pulau Jawa masih cukup banyak yang tertahan di Pelabuhan Merak akibat kepadatan arus penyeberangan. Kondisi ini membuat kedatangan peserta berlangsung bertahap dan diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.


Di lokasi kegiatan, rombongan jemaah yang baru tiba tampak sibuk menata dan menyiapkan tempat beristirahat, baik di tenda-tenda yang telah disediakan panitia maupun di area kosong sekitar lokasi acara. Sementara jemaah yang sudah menetap sejak hari pertama terlihat khusyuk menjalankan rangkaian ibadah, seperti zikir, doa bersama, serta kajian keagamaan yang berlangsung hampir sepanjang hari.



Sebagai tuan rumah, Pemerintah Provinsi Lampung berupaya maksimal memberikan fasilitas penunjang yang memadai bagi seluruh peserta. Untuk menunjang kebutuhan kesehatan, Pemprov Lampung telah menyiapkan sejumlah posko layanan medis yang dijaga tenaga kesehatan selama kegiatan berlangsung. 


Selain itu, pemerintah daerah juga memperkuat dukungan teknis dan logistik agar distribusi kebutuhan dasar jemaah berjalan lancar.


Panitia pelaksana bersama pemerintah daerah sebelumnya juga telah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di kawasan Kota Baru, di antaranya perbaikan dan penambalan jalan rusak, serta peningkatan akses menuju lokasi kegiatan. Untuk kebutuhan dasar jemaah, panitia menyediakan sekitar 3.500 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dan lebih dari 200 dapur umum yang tersebar di titik-titik strategis.


Salah satu unsur penting pengamanan kegiatan adalah pendirian posko siaga dari BPBD Provinsi Lampung. Posko ini didirikan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya kondisi darurat, seperti gangguan cuaca, masalah kesehatan massal, maupun potensi bencana.


Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengatakan bahwa pendirian posko tersebut merupakan bagian dari upaya kesiapsiagaan pemerintah dalam mendukung kelancaran acara. “Posko ini kami dirikan sebagai langkah antisipatif apabila terjadi situasi darurat selama kegiatan. Personel kami siaga penuh untuk melakukan respons cepat jika dibutuhkan,” ujarnya.


Selain menjadi ajang silaturahmi dan doa bersama umat Islam dari berbagai daerah, kegiatan besar ini juga diyakini memberi dampak positif terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Pergerakan jemaah dalam jumlah besar turut menggerakkan sektor usaha dan UMKM lokal, mulai dari jasa transportasi, pedagang makanan dan minuman, hingga penyedia perlengkapan kebutuhan harian.


Dengan terus berdatangannya jemaah dari berbagai wilayah Indonesia, panitia dan aparat terkait memastikan koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan seluruh peserta hingga rangkaian Ijtima Ulama Dunia selesai dilaksanakan.(Alung)