Advertisement
Lamsel (Pikiran Lampug)- Momen libur panjang akhir tahun yang bertepatan juga dengan dua hari libur nasional, diprediksi akan membuat kemacetan di seumlah ruas jalan dan pelabuhan penyeberangan.
PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP)
Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
telah mempersiapkan sejumlah kantong parkir guna mengantisipasi kemacetan di
pintu masuk pelabuhan saat mudik libur panjang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
(Nataru).
General Manager PT ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba,
mengatakan kantong parkir disiapkan sebagai upaya antisipasi terjadi kemacetan
arus lalu lintas di depan pintu masuk Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni
Lampung.
"Iya, pastinya untuk mengantisipasi adanya penumpukan
penumpang atau kemacetan di area pelabuhan, kami telah mengoptimalkan kantong
parkir (bufferzone) di rest area KM 49B, KM 20B, dan titik non-tol seperti
Terminal Agribisnis Gayam dan rumah makan Gunung Jati, RM Tiga Saudara, dan
Kantor Lama Balai Karantina,” kata dia, Selasa (16/12).
Ia menjelaskan pelayanan penyeberangan rute Bakauheni
menuju Merak dilakukan dengan pola situasional atau menyesuaikan kepadatan
calon penumpang yang ada di area pelabuhan tersebut.
Oleh karena itu, berbagai aspek sudah dievaluasi oleh
pihak ASDP, mulai dari kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan, pengaturan
jadwal kapal, sistem antrean kendaraan, hingga penguatan koordinasi
antar-instansi terkait guna memastikan kenyamanan dan keselamatan penumpang
kapal.
"Sejumlah fasilitasi dan pelayanan juga telah
disiapkan seperti pengoperasian tujuh dermaga dengan dua dermaga eksekutif dan
lima dermaga reguler, serta Pelabuhan BBJ, Wika Beton dan Panjang disiagakan
untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan jumlah penumpang pada saat
Nataru," ucapnya.
Tidak hanya itu, ASDP juga mengoperasikan sebanyak 51
kapal besar, untuk melayani para penumpang yang akan melakukan penyeberangan
rute Bakauheni-Merak pada libur akhir tahun.
"Sebagai antisipasi, ASDP Cabang Bakauheni telah
menyiapkan 67 kapal, dengan 51 kapal dalam kondisi standby dan 16 kapal tidak
siap operasi,” ujar dia.
Dia menerangkan 51 unit kapal feri tersebut disiapkan
untuk memenuhi kebutuhan pelayanan penyeberangan penumpang pejalan kaki,
kendaraan pribadi dan truk logistik di masa angkutan libur panjang Nataru.
(ant/p1)