lisensi

Selasa, 23 Desember 2025, Desember 23, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-23T16:04:09Z
BPBD Provinsi Lampung

BPBD Lampung Siaga Hadapi Nataru, Warga Diminta Waspadai Potensi Bencana

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung menyatakan kesiapsiagaan penuh dalam menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Langkah ini dilakukan sebagai upaya mitigasi terhadap potensi bencana alam yang cenderung meningkat pada akhir tahun.


Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, mengatakan bahwa BPBD telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, mulai dari pemetaan daerah rawan bencana, peningkatan kesiapsiagaan personel, hingga koordinasi lintas instansi terkait.


“BPBD Provinsi Lampung siap menghadapi Nataru dengan kesiapsiagaan dan mitigasi potensi bencana. Kami mengimbau masyarakat agar merayakan Nataru dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan bersama,” ujar Rudy Selasa (23/12/2025).


Menurut Rudy, berdasarkan pemetaan terbaru terdapat 114 titik rawan bencana di sejumlah daerah di Lampung, sebagian besar merupakan potensi banjir tahunan dan ancaman hidrometeorologi lainnya seperti tanah longsor serta angin kencang.


Beberapa wilayah di Provinsi Lampung diketahui memiliki tingkat kerawanan bencana yang tinggi. Kabupaten Lampung Barat tercatat sebagai salah satu daerah paling rawan bencana dengan potensi gempa, banjir, longsor, dan tsunami di beberapa titik karena berada di jalur patahan aktif. 


Selain itu, daerah lain seperti Pesisir Barat, Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Pesawaran, dan Kota Bandar Lampung juga termasuk dalam wilayah yang sering mengalami banjir dan tanah longsor saat musim hujan.


Wilayah pesisir Provinsi Lampung seperti Kabupaten Lampung Selatan (termasuk Kalianda, Rajabasa, Sidomulyo, dan Katibung) memiliki risiko tinggi terhadap gelombang ekstrem dan potensi tsunami akibat letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda di masa lalu. Karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan perjalanan maupun beraktivitas di daerah rawan bencana.


Rudy juga mengingatkan masyarakat agar secara rutin memantau informasi cuaca dan memperhatikan peringatan dini yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“Kami mengajak seluruh warga untuk tidak mengabaikan peringatan dari BMKG dan segera melapor kepada aparat setempat atau BPBD jika menemukan potensi ancaman bencana di lingkungan sekitar,” katanya.


BPBD Lampung memastikan akan terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan selama periode Nataru, serta siap memberikan respons cepat apabila terjadi keadaan darurat, demi terciptanya perayaan Natal dan Tahun Baru yang aman dan kondusif di Provinsi Lampung.(Madi)