Advertisement
Surabaya (Pikiran Lampung) – Kunjungan tim media Pikiran Lampung ke Kota Surabaya pada Senin (22/12/2025) menyoroti pesona Kota Lama Surabaya dan Jalan Tunjungan sebagai dua kawasan wisata kota yang merepresentasikan sejarah panjang sekaligus denyut kehidupan modern kota pahlawan.
Kawasan Kota Lama Surabaya menghadirkan suasana tempo dulu yang masih terasa kuat. Bangunan-bangunan tua peninggalan kolonial Belanda berdiri kokoh dengan arsitektur khas Eropa, sebagian besar telah direvitalisasi tanpa menghilangkan nilai historisnya. Lorong-lorong dan ruas jalan di kawasan ini kini menjadi daya tarik wisata sejarah dan fotografi, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Surabaya masa lampau.
Revitalisasi Kota Lama menjadikan kawasan ini lebih ramah bagi pejalan kaki. Sejumlah bangunan bersejarah difungsikan sebagai ruang kreatif, galeri seni, hingga pusat informasi wisata, menjadikan kawasan ini tidak hanya sebagai objek foto, tetapi juga ruang interaksi budaya.
Tak jauh dari Kota Lama, Jalan Tunjungan menjadi ikon wisata kota yang terus hidup. Jalan bersejarah ini dahulu dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial pada masa kolonial, dan kini kembali bersinar sebagai destinasi wisata heritage favorit warga maupun wisatawan.
Deretan bangunan tua di sepanjang Jalan Tunjungan dipertahankan keasliannya dan dipadukan dengan sentuhan modern. Kawasan ini ramai oleh wisatawan yang berjalan kaki menikmati suasana kota, menyaksikan pertunjukan seni jalanan, hingga berburu kuliner khas Surabaya.
Pada malam hari, kawasan Tunjungan semakin semarak dengan pencahayaan artistik yang mempertegas keindahan arsitektur bangunan lama. Aktivitas wisata malam ini menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan suasana hangat dan ramah bagi pengunjung dari berbagai daerah.
Selain infrastruktur besar, Surabaya juga dikenal dengan penataan taman kota yang konsisten. Taman Bungkul, misalnya, menjadi ruang hijau sekaligus kawasan bersejarah karena berdekatan dengan makam Sunan Bungkul. Taman ini menjadi contoh bagaimana ruang publik modern dapat hidup berdampingan dengan nilai religius dan sejarah.
Sejumlah wisatawan mengaku tertarik dengan konsep wisata kota yang dihadirkan Surabaya. “Di sini kita bisa jalan santai sambil belajar sejarah. Bangunannya masih asli dan tertata rapi,” ujar salah seorang pengunjung yang ditemui di kawasan Tunjungan.
Kehadiran Kota Lama dan Jalan Tunjungan sebagai destinasi wisata kota menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam menjaga warisan sejarah di tengah pembangunan kota modern. Kedua kawasan ini menjadi bukti bahwa Surabaya tidak hanya bergerak maju sebagai kota metropolitan, tetapi juga mampu merawat identitas sejarahnya.
Melalui penataan kawasan yang berkelanjutan, Kota Lama dan Jalan Tunjungan kini menjadi ruang wisata publik yang hidup, mempertemukan masa lalu dan masa kini dalam satu pengalaman wisata kota yang khas Surabaya.(Madi)



