lisensi

Selasa, 23 Desember 2025, Desember 23, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-23T14:38:19Z
Pantauan Langsung Di Jembatan Suramadu

Pantauan Jelang Nataru, Arus Lalu Lintas di Jembatan Suramadu Ramai Lancar

Advertisement

 


Surabaya (Pikiran Lampung) – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), tim media Pikiran Lampung melakukan kunjungan langsung ke Jembatan Suramadu pada Senin (22/12/2025) untuk memantau kondisi arus lalu lintas penghubung antara Kota Surabaya dan Pulau Madura.


Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan dari arah Surabaya menuju Bangkalan maupun sebaliknya terpantau ramai namun tetap lancar. Belum terlihat adanya lonjakan signifikan maupun antrean panjang kendaraan yang melintas di jembatan terpanjang di Indonesia tersebut.


Kendaraan yang melintas didominasi oleh kendaraan pribadi roda dua dan roda empat, disusul kendaraan angkutan barang dalam jumlah terbatas. Kondisi cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran arus lalu lintas di sepanjang bentang jembatan.


Petugas yang ada di Jembatan Suramadu terlihat tetap siaga melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang diperkirakan terjadi mendekati puncak libur Nataru.


“Untuk hari ini, volume kendaraan yang melintas di Jembatan Suramadu berkisar 18.000 hingga 20.000 kendaraan per hari, meningkat sekitar 10–15 persen dari hari normal, namun masih jauh dari kondisi puncak libur,” ujar salah satu petugas pengelola di pos pantau Suramadu.


Ia menjelaskan, peningkatan volume kendaraan diprediksi akan terjadi secara bertahap mendekati perayaan Natal dan Tahun Baru, terutama pada H-2 hingga H+1 libur.


“Kami bersama unsur terkait tetap siaga 24 jam untuk memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, termasuk pengaturan lalu lintas dan pemantauan kondisi jembatan,” tambahnya.


Sejumlah pengendara mengaku arus lalu lintas masih tergolong normal. “Masih lancar, belum terlalu padat. Biasanya kalau mendekati Natal dan Tahun Baru baru mulai ramai,” ujar salah satu pengendara mobil yang hendak menuju Bangkalan.


Selain menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, Jembatan Suramadu juga tampak ramai dikunjungi warga yang berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan Selat Madura, terutama pada jam-jam tertentu.


Jembatan Suramadu merupakan singkatan dari Surabaya–Madura, yang menghubungkan Kecamatan Kenjeran, Surabaya, dengan Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Madura. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 5.438 meter, menjadikannya jembatan terpanjang di Indonesia.


Pembangunan Jembatan Suramadu dimulai pada tahun 2003 dan selesai pada 2009. Jembatan ini diresmikan secara resmi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009.


Sejak dioperasikan, Jembatan Suramadu menjadi simbol konektivitas dan percepatan pembangunan di wilayah Madura. Kehadiran jembatan ini secara signifikan memangkas waktu tempuh yang sebelumnya mengandalkan transportasi penyeberangan laut.


Pada awal pengoperasiannya, pengguna jembatan dikenakan tarif tol. Namun sejak Oktober 2018, pemerintah secara resmi menggratiskan tarif Jembatan Suramadu guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Pulau Madura.


Menjelang libur panjang Nataru, Jembatan Suramadu kembali menjadi perhatian sebagai jalur strategis penghubung dua wilayah. Meski saat ini kondisi lalu lintas masih terpantau normal, masyarakat diimbau tetap berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas demi keselamatan bersama selama perjalanan liburan.(Madi)