Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, mengungkapkan bahwa provinsi telah melakukan survei dan inventarisasi menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang rusak atau tidak layak untuk dipakai di beberapa kabupaten di Lampung. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang buruk menjadi salah satu hambatan utama agar proses belajar mengajar berjalan dengan lancar dan nyaman bagi guru dan siswa.
Untuk mengatasi masalah ini segera, Thomas menerapkan tiga pola solusi yang saling mendukung.
"Kita sudah inventarisasi sekolah yang perlu diperbaiki segera dengan tiga pola: usulkan revitalisasi ke pusat (sesuai Asta Cita Pak Prabowo), alokasi APBD Provinsi, dan program corporate go to school yang sudah berjalan," ujarnya pada Media Harian Pikiram Lampung, Selasa (30/12/2025).
Thomas menjelaskan bahwa pengajuan revitalisasi ke pemerintah pusat ditujukan untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan skala besar, sedangkan alokasi APBD Provinsi akan digunakan untuk perbaikan yang lebih cepat dan mendesak. Yang paling menarik, program "corporate go to school" memungkinkan perusahaan swasta untuk terlibat langsung.
"Teman-teman di perusahaan bisa kasih data situasi sekolah mana yang membutuhkan bantuan infrastruktur, silahkan mereka cek langsung ke lokasi dan langsung melakukan pengerjaan kalau memang berniat bantu," paparnya.
Thomas Amirico, menekankan bahwa perbaikan mutu pendidikan adalah hal yang tak terpisah dari perbaikan infrastruktur, dengan tujuan agar pendidikan di provinsi ini menjadi inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan. Menurutnya, mutu pendidikan yang baik dimulai dari kualitas guru yang kompeten dan sistem pembelajaran yang adaptif.
Sebagai langkah awal, hampir 10 ribu guru di seluruh Lampung telah mengikuti uji kompetensi untuk pemetakan kemampuan.
"Kita sudah melakukan upgrade uji kompetensi guru ada hampir 10 ribu lebih yang melakukan uji tes untuk pemetakan, supaya ada program pembelajaran berkelanjutan supaya mereka bisa lebih adaptif jadi guru, sehingga anak didiknya bisa lebih interaktif," ungkapnya.
Selain itu, Disdikbud juga melakukan mapping terkait kompetensi siswa secara menyeluruh. Siswa yang memiliki kompetensi berstandar tinggi akan dilanjutkan dengan program peningkatan, sedangkan yang memiliki kompetensi rendah akan diberi pendampingan khusus sesuai bakat dan minat.
"Kita sudah di level kedua ujiannya sampai nanti di level 5 sampai mereka siap mengikuti ujian nasional berbasis komputer," katanya. Saat ini, provinsi telah menetapkan 35 sekolah unggul, dan dalam waktu dekat insya Allah akan dibentuk sekolah role model yang memiliki fasilitas dan program khusus. "Di sekolah role model ini akan ada treatmen bagi anak-anak yang punya bakat istimewa sesuai bakat minat, ada kelas prioritas, kelas unggulan, dan lain-lain," tambahnya.
Semua upaya ini dilakukan sesuai arahan Gubernur untuk memastikan infrastruktur pendidikan di Lampung semakin baik dan mendukung kualitas pembelajaran.
"Intinya kita fokus dan kita konsisten sesuai dengan arahan Pak Gubernur bagaimana kita memperbaiki infrastruktur, kemudian bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Provinsi Lampung. Pendidikan itu kan musti inklusi, berkualitas dan berkelanjutan," pungkasnya. (Susi Bakung)
