lisensi

Jumat, 12 Desember 2025, Desember 12, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-14T11:34:20Z
Bandar LampungPemprov LampungPSDA Lampung

Program Pengendalian dan Antisipasi Banjir Pemprov Lampung, Proyek Embung Kemiling Ditargetkan Rampung Akhir Desember 2025

Advertisement



 Bandar Lampung (Pikiran Lampung) –  Pemprov Lampung terus siaga antisipasi bencana banjie sejak dini. Salah satuya dengan membangun embung atau waduk yang dapat menampung air dalam jumlah besar. 

Hal ini terus dilakukan oleh Pemprov Lampung melalui Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) melalui prigram pengendalian banjir di seluruh wilayah Sai Bumi Ruwa Jurai.

Proyek pembangunan lanjutan Embung Kemiling yang berlokasi di Jalan Teuku Cik Ditiro, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, terus menunjukkan progres signifikan. Proyek yang dikerjakan oleh CV Raden Galuh tersebut didanai melalui anggaran lanjutan sebesar Rp6,9 miliar dan ditargetkan rampung pada Desember 2025.




Kadis PSDA Provisi Lampung Budi Darmawan, melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Embung Kemiling, Erik, mengatakan bahwa hingga awal Desember 2025, progres pekerjaan fisik telah mencapai sekitar 70 persen. Ia optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.


“Progress pekerjaan sampai awal Desember ini sudah sekitar 70 persen dan kami targetkan selesai pada tanggal 20 Desember 2025,” ujar Erik.



Menurut Erik, embung yang dibangun di atas lahan seluas kurang lebih 1,5 hektare tersebut memiliki kapasitas tampung hingga 30 juta meter kubik air. Keberadaan embung ini dinilai strategis dalam mendukung sistem pengelolaan sumber daya air di wilayah Kemiling dan sekitarnya.



“Embung ini dirancang untuk menampung air dalam jumlah besar, sehingga dapat berfungsi optimal untuk pengendalian banjir, meningkatkan resapan air tanah, serta sebagai suplai air bagi masyarakat,” jelasnya.


Ia menambahkan, saat ini pekerjaan yang tersisa meliputi pengecoran saluran pembuangan air, pemasangan paving block, serta pemasangan pagar railing di sekitar area embung. Seluruh pekerjaan tersebut menjadi tahap akhir dalam penyelesaian proyek.


Sementara itu, pengawas dari pihak kontraktor menyebutkan bahwa penyelesaian pekerjaan ditargetkan lebih cepat dari jadwal yang ditetapkan. Menurutnya, seluruh pekerjaan sisa diupayakan rampung paling lambat pertengahan Desember 2025. “Kami optimistis pekerjaan yang tersisa bisa diselesaikan sampai pertengahan Desember, sehingga tidak melewati target yang ditetapkan,” ujarnya.


Selain berfungsi sebagai infrastruktur pengendalian banjir dan konservasi air, Embung Kemiling juga dirancang sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satu fasilitas tambahan yang akan dibangun adalah jogging track yang mengelilingi kawasan embung.


Fasilitas jogging track tersebut diharapkan dapat menjadi sarana olahraga dan rekreasi warga, sekaligus meningkatkan nilai guna embung sebagai ruang terbuka hijau. Dengan konsep tersebut, Embung Kemiling tidak hanya berperan sebagai infrastruktur teknis, tetapi juga sebagai kawasan yang ramah masyarakat.


Pemerintah daerah berharap keberadaan Embung Kemiling dapat memberikan manfaat jangka panjang, terutama dalam mengurangi potensi banjir di wilayah Kemiling, menjaga ketersediaan air tanah, serta mendukung kebutuhan air pada musim kemarau.


Dengan progres yang terus berjalan dan pengawasan yang ketat, proyek Embung Kemiling diharapkan dapat selesai tepat waktu dan segera dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Bandar Lampung.(Alung)