lisensi

Rabu, 17 Desember 2025, Desember 17, 2025 WIB
Last Updated 2025-12-17T11:50:17Z
17/12/2025Jejak "Jalan Suci" Tua My SonPariwisata

Temuan Besar: Jejak "Jalan Suci" Tua 1.000 Tahun di My Son

Advertisement


Pikiran Lampung
- Para arkeolog telah menemukan jejak "jalan suci" berusia lebih dari 1.000 tahun di situs warisan dunia My Son, Vietnam — penemuan terbesar sepanjang masa di periode Abad Pertengahan yang membuka peluang baru untuk memahami kehidupan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat kuno Champa.


Penemuan dilakukan oleh tim kolaborasi arkeolog Vietnam dari Badan Pelestarian Cagar Budaya Nasional dan para ahli Prancis dari Institut Arkeologi Prancis, yang telah melakukan penelitian terarah selama lebih dari setahun di kawasan My Son. "Jalan suci" yang terungkap ini memiliki panjang sekitar 3 kilometer, dengan lebar antara 2 hingga 4 meter, dibangun dari batu alam yang dipilih secara cermat dan tanah yang dipadatkan dengan teknik tradisional sehingga sangat kokoh. Jalur ini menghubungkan pusat pemukiman penduduk Champa yang ramai di dataran rendah dengan kompleks kuil-kuil suci yang terletak di lereng bukit, menciptakan jalur perjalanan yang mulia dan terstruktur.

 

Struktur jalan ini menunjukkan perancangan yang luar biasa cerdas dan adaptif terhadap lingkungan. Permukaannya dibuat dengan kemiringan khusus untuk mengalirkan air hujan dengan cepat, mencegah banjir yang sering terjadi di kawasan dataran rendah dan menjaga jalan tetap kering dan layak dilalui. Bagian-bagian jalan yang melintasi lereng bukit juga dibekali dengan tangga batu yang dibuat rapi, sementara di beberapa titik penting dipasang tanda-tanda batu yang diperkirakan berfungsi sebagai penunjuk arah atau simbol keagamaan. Para peneliti juga menemukan sisa-sisa persembahan seperti bunga segar yang mengering, benda logam kecil, dan potongan keramik di sepanjang jalan, yang memperkuat dugaan bahwa jalur ini digunakan untuk perjalanan suci.

 

Menurut Dr. Nguyen Van Huy, kepala tim arkeolog Vietnam, "Jalan ini bukan hanya jalur transportasi biasa, melainkan simbol hubungan antara manusia dan dewa bagi masyarakat Champa. Para pemeluk Hindu kuno akan melakukan perjalanan jauh melalui jalan ini untuk membawa persembahan, berpartisipasi dalam upacara keagamaan besar, dan mencari berkah di kuil-kuil suci." Temuan ini juga memberikan wawasan baru tentang sistem transportasi yang teratur, tatanan sosial di mana orang dari berbagai lapisan berbagi jalur yang sama, dan pentingnya keagamaan sebagai pengikat masyarakat Champa pada masa itu.

 

Situs My Son sendiri, yang dikenal sebagai pusat budaya dan agama Hindu Champa yang paling penting di Asia Tenggara, telah diakui sebagai warisan dunia UNESCO sejak tahun 1999 karena nilainya yang tak ternilai dalam memahami sejarah peradaban kuno. Sebelum penemuan ini, para peneliti hanya mengetahui tentang keberadaan jalan suci melalui naskah kuno dan legenda lokal, namun belum pernah menemukan bukti fisiknya. Setelah penemuan ini, tim arkeolog berencana melanjutkan penelitian dengan menggali lebih dalam di sekitar jalan, memeriksa struktur bawah tanah, dan menganalisis benda-benda yang ditemukan untuk mengungkap lebih banyak rahasia tentang asal-usul, fungsi, dan peran jalan ini dalam kehidupan sehari-hari serta upacara keagamaan masyarakat kuno Champa. (*)