Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Plt. Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Lampung, Nurul Fajri, S.Sos., MT. turut hadir dalam Rapat Koordinasi Bank Lampung yang digelar di Aula Lantai IV Kantor Pusat Bank Lampung, Senin (12/01/2026). Rakor ini diadakan Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus memperkuat sinergi dengan Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Plt. Kepala Biro Perekonomian, jajaran manajemen BPD Bank Lampung, serta sejumlah perangkat daerah terkait. Turut hadir
Dalam arahannya, Gubernur Lampung menegaskan peran strategis Bank Lampung sebagai motor penggerak pembangunan ekonomi daerah pada tahun 2026. Ia berharap Bank Lampung mampu menjadi pionir dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
“Bank Lampung diharapkan dapat menjadi pionir pembangunan ekonomi daerah pada tahun 2026, dengan mendorong pertumbuhan ekonomi yang merata dari desa hingga ke kota. Selain itu, Bank Lampung juga harus memperkuat perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan daerah melalui sinergi APBD serta pengembangan sektor industri,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.
Sementara itu, Plt. Kepala BPKAD Provinsi Lampung, Nurul Fajri, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mendukung penguatan sektor keuangan daerah melalui kolaborasi yang erat dengan Bank Lampung. Ia menegaskan BPKAD siap berperan aktif dalam mendukung kebijakan keuangan daerah yang berorientasi pada pembangunan.
“BPKAD Provinsi Lampung siap mendukung sektor keuangan daerah, termasuk melalui penguatan sinergi dengan Bank Lampung, agar pengelolaan keuangan daerah semakin efektif dan mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan,” kata Nurul Fajri.
Ia menambahkan, koordinasi yang intensif antara BPKAD dan Bank Lampung sangat diperlukan untuk memperkuat stabilitas fiskal daerah. Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
“Sinergi ini penting agar kebijakan keuangan daerah dan perbankan daerah berjalan seiring, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, baik di sektor ekonomi, industri, maupun pelayanan publik,” tambahnya.
Nurul Fajri dalam kegiatan tersebut hadir didampingi oleh Kepala Subbidang Kebijakan Perencanaan APBD. Rapat koordinasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Lampung guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Madi)