lisensi

Rabu, 28 Januari 2026, Januari 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-29T00:51:50Z
Basarnas LampungDaerahNelayan Jatuh di Lampung Timur

Cuaca Buruk, Nelayan Jatuh dari KM Doa Ibu di Perairan Lamtim Dan Sedang Dalam Pencarian Tim SAR Gabungan

Advertisement



Lamtim (Pikiran Lmpung) — Seorang nelayan dilaporkan terjatuh dari kapal nelayan KM Doa Ibu saat berada di perairan Sekopong, Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur, Selasa (27/1/2026). Korban diketahui bernama Santika (37), warga Pandeglang, Banten.


Informasi kejadian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung sekitar pukul 15.30 WIB dari pembina nelayan setempat. Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Pos SAR Bakauheni segera dikerahkan menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 59,7 mil laut.


Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili oleh Dantim Pos SAR Bakauheni Restu Abdila menyampaikan, setibanya di lokasi, tim SAR langsung berkoordinasi dengan potensi SAR yang telah berada di lokasi untuk melakukan asesmen dan pencarian awal. Namun, hingga penghentian sementara operasi pada Selasa malam, korban belum ditemukan.



Pencarian kemudian dilanjutkan pada Rabu (28/1/2026) oleh tim SAR gabungan yang melibatkan Pos SAR Bakauheni, Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Timur, TNI AL melalui Babinpotmar, serta nelayan dan keluarga korban. Operasi SAR dilakukan dengan membagi area pencarian menjadi tiga sektor berdasarkan perhitungan SAR Map Prediction.


“Hingga sore hari, korban belum ditemukan. Operasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali esok hari pada Kamis (29/01) pagi,” ujar Restu.


Dalam pelaksanaan operasi SAR, tim menghadapi sejumlah kendala, di antaranya cuaca buruk, angin kencang, gelombang tinggi, serta keterbatasan sinyal komunikasi di lokasi pencarian. Kantor SAR Lampung memastikan upaya pencarian akan terus dilanjutkan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan seluruh personel SAR gabungan yang terlibat di lapangan. (Supri)