lisensi

Selasa, 06 Januari 2026, Januari 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-06T16:09:04Z
Bapenda LampungBPKAD LampungEkonomiGubernur MirzaSekdaprov Lampung Marindo Kurniawan

Efisiensi Anggaran, Pemprov Lampung Gali Sumber PAD Yang Belum Tergarap

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan pembangunan daerah tetap berjalan meski menghadapi tantangan fiskal akibat efisiensi anggaran serta tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Tahun Anggaran 2025. Pemprov Lampung menyatakan optimistis dengan mengoptimalkan potensi PAD dari berbagai sektor yang selama ini belum tergarap maksimal.


Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, mengatakan bahwa kondisi fiskal tersebut tidak akan menghentikan agenda pembangunan. Pemerintah daerah terus melakukan penataan dan penggalian sumber-sumber PAD baru guna menopang pembiayaan pembangunan.





“Walaupun PAD 2025 tidak tercapai sesuai target dan dilakukan efisiensi, Pemerintah Provinsi Lampung tetap optimis pembangunan dapat terus berjalan. Kami akan menggali dan mengoptimalkan potensi PAD yang selama ini belum tergarap maksimal,” ujar Marindo, selasa (06/01/2026)


Menurutnya, sejumlah sektor potensial yang akan dioptimalkan antara lain pemanfaatan aset daerah, seperti optimalisasi sewa dan kerja sama pemanfaatan lahan serta bangunan milik pemerintah provinsi yang selama ini belum produktif. Selain itu, retribusi jasa usaha, termasuk pengelolaan kawasan strategis, terminal, dan pelabuhan nonkomersial, juga menjadi fokus peningkatan pendapatan.



Pemprov Lampung juga mendorong peningkatan PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan, melalui penertiban data, pemutakhiran sistem digital, serta perluasan layanan pembayaran yang memudahkan masyarakat. Di samping itu, potensi sektor pariwisata daerah, seperti retribusi objek wisata milik provinsi dan event berbasis ekonomi kreatif, akan terus dikembangkan.


“Termasuk optimalisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar lebih produktif dan berkontribusi nyata terhadap PAD, serta penguatan sektor pertambangan bukan logam dan batuan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” jelas Marindo.


Ia menegaskan, meski dilakukan efisiensi, pelayanan kepada masyarakat tetap menjadi prioritas utama, khususnya di sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan pelayanan publik.


Di bidang pendidikan, Pemprov Lampung terus melaksanakan perbaikan dan rehabilitasi SMA/SMK negeri, bantuan operasional pendidikan, serta peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan berkelanjutan. Pada sektor kesehatan, pemerintah provinsi memperkuat layanan rumah sakit rujukan, peningkatan fasilitas puskesmas, serta dukungan pembiayaan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.


Sementara di sektor infrastruktur, Pemprov Lampung tetap melanjutkan perbaikan dan peningkatan jalan provinsi, pembangunan dan rehabilitasi jembatan, serta infrastruktur pendukung konektivitas antarwilayah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.



Marindo menegaskan bahwa seluruh program pemerintahan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wakil Gubernur Jihan Nurlela akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari visi Lampung Maju.



“Efisiensi bukan berarti menghentikan pembangunan, tetapi memastikan anggaran digunakan secara tepat sasaran. Pembangunan tetap berjalan dan pelayanan publik harus tetap optimal,” tegasnya.


Ia menambahkan, dengan pengelolaan keuangan yang prudent, optimalisasi PAD, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, Pemprov Lampung optimistis mampu menjaga kesinambungan pembangunan di tengah tantangan fiskal yang ada.


“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat Lampung,” pungkas Marindo.(CEO)