Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Pasien akibat wabah Demam Berdarah Dengue (DBD)di Bandarlampung dipastikan mendapatkan penanganan secara maksimal oleh Dinas Keseatan setempat.
Sehingga pada tahun 2025 lalu, wabah DBD di Bandarlampung
tidak menimbulkan korban jiwa.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandarlampung mencatat 417
kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang tahun 2025, dan bulan Januari
menjadi yang terbanyak.
"Kasus terbanyak ditemukan pada Januari 2025, yakni
sebanyak 58 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi
Arsyad Tumenggung, kemarin.
Dia mengatakan bahwa setelah terjadi lonjakan kasus di
awal tahun, orang yang terjangkit DBD pada 2024 cenderung menurun dimana lada
pada Februari terdapat 57 kasus, Maret 49 kasus, April 46 kasus.
"Kemudian, pada Mei menjadi 42 kasus, Juni 31 kasus,
Juli 26 kasus, Agustus 28 kasus, September 20 kasus, Oktober 20 kasus, November
28 kasus, dan terendah pada Desember hanya 9 kasus," kata dia.
Dia memastikan petugas dan layanan kesehatan di
Bandarlampung memberikan penanganan yang cepat terhadap pasien DBD.
"Sehingga, meski setiap bulannya ada kasus DBD yang
ditemukan, pihaknya memastikan tingkat fatality rate akibat penyakit tersebut 0
persen. Jadi, dari ratusan orang yang tercatat selama 2025, kami memastikan
tidak ada pasien yang meninggal dunia," kata dia.
Muhtadi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pada awal
tahun ini, sebab kasus DBD biasanya mengalami peningkatan ketika curah hujan
meningkat.
"Kami imbau warga tetap menjalankan perilaku hidup
bersih dan sehat, terlebih saat ini sedang musim hujan. Kemudian, rutin
melaksanakan 3M (menguras, menutup dan mengubur)," kata dia. (ant/p1)