lisensi

Jumat, 30 Januari 2026, Januari 30, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-31T02:23:01Z
PendidikanSMKN 4 Bandar Lampung

SMKN 4 Bandar Lampung Luncurkan Sistem Digital Bank Sampah Sekolah

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Upaya menumbuhkan kepedulian lingkungan sekaligus membentuk karakter disiplin peserta didik terus dilakukan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bandar Lampung. Salah satunya melalui peluncuran Sistem Informasi Digital Bank Sampah Sekolah yang digelar di aula sekolah setempat, Jumat (30/1/2026).


Peluncuran program tersebut dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico, S.STP., M.H., yang diwakili Kepala Bidang Pembinaan SMK, Maryanto, S.Sos. Menurutnya, program bank sampah sekolah tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga berperan penting dalam pembentukan karakter siswa.


“Selain membangun karakter disiplin, program Bank Sampah Sekolah ini bertujuan menanamkan rasa tanggung jawab kepada siswa, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dan kreativitas melalui berbagai kegiatan yang dikembangkan,” ujar Maryanto.


Ia menjelaskan, program bank sampah sekolah ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Lampung, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta Rumah Inspirasi Sahabat Gajah. Melalui kolaborasi tersebut, pengelolaan sampah tidak hanya sebatas mengumpulkan, tetapi juga diarahkan menjadi keterampilan yang bernilai ekonomi.


“Salah satu contohnya adalah pertunjukan teater monolog siswa yang menggunakan properti dari sampah plastik. Ini karya yang luar biasa dan membuktikan bahwa sampah tidak menjadi masalah jika mampu dikreasikan dengan baik,” katanya.


Menurut Maryanto, sampah juga dapat menghasilkan nilai ekonomi apabila dikelola secara tepat. “Sampah plastik, misalnya, bisa diolah menjadi produk bernilai seperti kursi dari botol bekas. Jika dijual, tentu bisa menghasilkan uang,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala SMKN 4 Bandar Lampung Hj. Dewi Ningsih, M.Pd., mengatakan bahwa peluncuran sistem digital bank sampah tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan stadium generale sebagai momentum meningkatkan kesadaran seluruh warga sekolah terhadap persoalan sampah.


Dalam mendukung keberhasilan program tersebut, pihak sekolah telah membentuk Duta Pelita (Peduli Lingkungan Tercinta) yang terdiri dari 20 siswa-siswi perwakilan kelas. Para duta tersebut telah mendapatkan pelatihan khusus dari Rumah Inspirasi Sahabat Gajah.


“Pengetahuan yang diperoleh para Duta Pelita kemudian disosialisasikan kepada seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Sosialisasi ini sudah dilakukan sejak akhir Desember 2025,” ujar Dewi.


Ia menambahkan, materi sosialisasi meliputi cara memilah dan memilih sampah, proses penimbangan, hingga mekanisme penjualan sampah yang dapat menghasilkan uang. Hasil penjualan sampah yang dikelola melalui Sahabat Gajah tersebut nantinya menjadi hak siswa untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan mereka.


“Harapannya, program ini mampu menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini, sekaligus melatih kemandirian dan tanggung jawab siswa,” pungkasnya. (Salsa)