lisensi

Senin, 26 Januari 2026, Januari 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-26T23:33:21Z
Nasional

Tragedi Longsor Cisarua: Empat Marinir TNI AL Ditemukan Meninggal Dunia

Advertisement


 Jawa Barat (Pikiran Lampung) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, selama hampir dua hari memicu terjadinya longsor yang menimbun lokasi latihan prajurit Marinir TNI Angkatan Laut. Peristiwa tersebut menyebabkan 23 personel Marinir tertimbun material longsor, dengan empat orang di antaranya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menjelaskan, saat kejadian para prajurit tengah melaksanakan latihan pratugas sebagai persiapan penugasan pengamanan perbatasan Republik Indonesia–Papua Nugini (RI–PNG). Latihan tersebut memang digelar di kawasan tersebut sebelum para personel diberangkatkan ke daerah operasi.

“Mereka sedang melaksanakan latihan pratugas untuk dikirim melaksanakan pengamanan perbatasan RI–PNG. Kegiatan latihan memang dilakukan di sana,” ujar Ali saat rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menuturkan, intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan longsor besar yang menimpa satu desa sekaligus area latihan. Dari total 23 prajurit yang tertimbun, baru empat personel yang berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, sementara sisanya masih dalam proses pencarian.

“Memang terdapat 23 anggota Marinir yang tertimbun longsor. Saat ini baru ditemukan empat personel dalam kondisi meninggal, sedangkan lainnya masih dalam pencarian,” katanya.

Upaya evakuasi terus dilakukan oleh tim gabungan. Namun, Ali menyebutkan akses menuju lokasi kejadian cukup sulit, sehingga alat berat belum dapat dikerahkan. Untuk mempercepat pencarian, tim SAR mengandalkan teknologi drone, kamera thermal, serta anjing pelacak.

“Alat berat belum bisa masuk karena cuaca dan kondisi jalan yang sempit. Pencarian dilakukan menggunakan drone, thermal, dan anjing pelacak,” tuturnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban meninggal akibat longsor di Cisarua secara keseluruhan mencapai 17 orang. Dari jumlah tersebut, 11 jenazah telah berhasil diidentifikasi.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan bahwa tim SAR gabungan telah menyerahkan total 25 kantong jenazah pada Minggu (25/1/2026), yang terdiri dari jenazah utuh dan potongan tubuh korban.

“Jumlah ini termasuk 11 jenazah yang sudah teridentifikasi serta enam lainnya yang masih dalam proses identifikasi,” ujar Aam dalam keterangannya, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, seluruh temuan korban selanjutnya diproses oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Proses identifikasi dapat berlangsung cepat apabila kondisi jenazah relatif utuh dan dilengkapi identitas pendukung, namun akan memerlukan waktu lebih lama jika jenazah ditemukan dalam kondisi tidak utuh. (*)