Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Peristiwa tragis menimpa seorang bocah laki-laki di Kota Bandar Lampung. Seorang anak berusia 9 tahun dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di aliran Sungai Way Awi, Jalan Hanoman, Kelurahan Jagabaya I, Kecamatan Way Halim, pada Sabtu (17/1/2026) siang.
Korban diketahui bernama Abdul Rosyid Asady (9), warga Kelurahan Sawah Brebes, Kecamatan Tanjungkarang Timur. Kejadian tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar yang tidak menyangka peristiwa nahas itu terjadi saat korban tengah bermain bersama teman-temannya.
Berdasarkan keterangan Camat Tanjungkarang Timur, Dedi Saputra, insiden bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban bersama tiga orang temannya bermain dengan tujuan mencari kelereng di sekitar aliran Sungai Way Awi.
Sekitar pukul 13.30 WIB, keempat anak tersebut turun ke aliran sungai. Tak berselang lama, korban tiba-tiba melepaskan bajunya dan berenang ke bagian tengah sungai tanpa menyadari kondisi arus yang cukup berbahaya.
“Air sungai ternyata cukup dalam dan arusnya tidak terduga, sehingga korban langsung tenggelam,” ujar Dedi saat dikonfirmasi.
Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan berupaya menyelamatkan korban dari dalam sungai. Korban sempat menunjukkan reaksi saat berhasil dievakuasi dan diberikan pertolongan pertama di lokasi.
Selanjutnya, korban dilarikan ke Puskesmas Kampung Sawah untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. “Pada pukul 14.25 WIB, petugas puskesmas menyatakan korban telah meninggal dunia,” jelas Dedi.
Dedi juga mengingatkan bahwa meskipun saat musim hujan saluran drainase dan selokan dibersihkan untuk memperlancar aliran air, kondisi tersebut justru dapat menimbulkan arus deras yang berpotensi membahayakan, terutama bagi anak-anak.
“Ini sangat berbahaya jika anak-anak bermain di drainase maupun sungai. Arus air bisa muncul secara tiba-tiba. Kami mengimbau para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, khususnya di musim hujan seperti sekarang,” tegasnya. (Bila)