Advertisement
Mesuji (Pikiran Lampung) – Budaya kerja kolaboratif menjadi penekanan utama dalam pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Dr. H. Zulkarnain, S.Ag, M.Hum menegaskan pentingnya meninggalkan pola kerja individualistik dan menggantikannya dengan semangat sinergi serta kerja bersama.
Pesan tersebut disampaikan Zulkarnain saat melakukan kunjungan kerja dan pembinaan ASN di Kabupaten Mesuji, Rabu (14/1/2025). Dalam kegiatan itu, ia didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kanwil Kemenag Lampung Aisyah Zulkarnain serta Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Lampung Marwansyah.
Dalam arahannya, Zulkarnain menekankan bahwa kekuatan organisasi Kementerian Agama tidak lagi bertumpu pada keunggulan individu semata, melainkan pada soliditas tim. Ia menyebut konsep “Super We” sebagai fondasi kerja masa kini.
“Sudah saatnya kita meninggalkan konsep Super I. Yang dibutuhkan sekarang adalah Super We. Organisasi akan kuat jika seluruh elemen bergerak bersama, saling melengkapi, dan memiliki visi yang sama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan era modern yang semakin kompleks, termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI) serta dinamika dunia kerja yang ditandai dengan situasi VUCA—volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Menurutnya, kondisi tersebut menuntut ASN Kemenag untuk lebih adaptif, inovatif, dan tetap menjunjung nilai kemanusiaan.
“AI memang memiliki banyak keunggulan, seperti kecepatan dan akurasi. Namun teknologi tidak memiliki nurani dan etika. Di sinilah peran ASN Kemenag sangat penting, memastikan bahwa pemanfaatan teknologi tetap berpijak pada nilai moderasi, keterbukaan, dan kemanusiaan,” jelas Zulkarnain.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa ASN Kemenag harus menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi masyarakat, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Kode Etik dan Kode Perilaku ASN Kementerian Agama.
Menurutnya, profesionalisme ASN tercermin dari pelayanan publik yang dikelola secara partisipatif, tanpa diskriminasi, dilandasi keikhlasan, serta menjunjung transparansi dan akuntabilitas. “Setiap masyarakat yang datang harus dilayani dengan standar yang sama, responsif, peduli, inklusif, dan adil,” tegasnya.
Zulkarnain menambahkan, semangat Super We hanya dapat terwujud apabila setiap ASN mampu menanggalkan ego sektoral dan membangun budaya gotong royong. “Ketika satu lemah, yang lain hadir menguatkan. Itulah esensi Super We,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mesuji, Johan Yusuf, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kunjungan Kakanwil Kemenag Lampung beserta jajaran.
“Kami merasa sangat berbahagia atas kehadiran Bapak Kakanwil dan Ibu Ketua DWP di Mesuji. Arahan dan pembinaan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja serta kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Johan Yusuf. (Bila)