lisensi

Sabtu, 14 Februari 2026, Februari 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-15T02:03:06Z
Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza

Batin Wulan Mirza Didampingi Agnesia Marindo Kukuhkan Forum Literasi 15 Kabupaten/Kota se-Lampung

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Penguatan gerakan literasi di Provinsi Lampung memasuki babak baru. Sebanyak pengurus Forum Literasi dari 15 kabupaten/kota resmi dikukuhkan dan dilantik oleh Bunda Literasi Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Sabtu (14/2/2026).


Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari, dalam sambutannya menegaskan bahwa amanah yang diemban para pengurus bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan tanggung jawab besar di tengah tantangan era digital. Menurutnya, literasi saat ini tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi menjadi fondasi dalam membentuk masyarakat yang kritis dan berdaya saing.


“Literasi hari ini mencakup numerasi, sains, digital, finansial, hingga budaya. Di tengah arus informasi yang sangat cepat, kemampuan literasi menjadi filter agar masyarakat mampu berpikir kritis, bijak menyerap informasi, dan terhindar dari disinformasi atau hoaks,” ujar Purnama.


Ia menjelaskan, peran pegiat literasi sangat strategis dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Karena itu, Forum Literasi di setiap daerah diharapkan mampu menjadi motor penggerak dengan melahirkan inovasi yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga masyarakat umum.


Dalam arahannya, Purnama menekankan sejumlah langkah strategis, di antaranya optimalisasi fasilitas seperti pojok baca, taman baca, dan perpustakaan keliling hingga tingkat desa. Selain itu, ia mendorong penyelenggaraan kegiatan kreatif seperti lomba menulis cerita pendek, lomba baca puisi, dan berbagai kegiatan edukatif untuk meningkatkan minat baca pelajar.

Tak kalah penting, kolaborasi lintas sektor juga menjadi perhatian. Forum Literasi diminta bersinergi dengan Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta menggandeng pihak swasta seperti perbankan dan penerbit untuk memperluas akses literasi masyarakat.


Sementara itu, Ketua Forum Literasi Lampung, Eni Amalia, dalam laporannya menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan wujud tindak lanjut dari semangat para pegiat literasi di daerah. Ia menekankan pentingnya pemerataan akses informasi bagi seluruh masyarakat Lampung, sejalan dengan amanat konstitusi.


“Gerakan literasi adalah gerakan bersama. Kami mengapresiasi dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Lampung, Bank Indonesia, Gramedia, dan seluruh mitra yang telah membantu penyediaan akses buku bagi masyarakat di pelosok daerah,” ungkap Eni.


Acara tersebut turut dihadiri pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Lampung, Kepala Dinas Pendidikan dan Perpustakaan dari 15 kabupaten/kota, pengurus TP PKK Provinsi Lampung, serta para tokoh dewan pakar literasi.


Melalui pengukuhan ini, diharapkan gerakan literasi di Lampung semakin solid dan terarah, sekaligus mampu menjawab tantangan zaman dengan menghadirkan masyarakat yang cerdas, kritis, dan adaptif di tengah perkembangan teknologi informasi.(*)