lisensi

Senin, 16 Februari 2026, Februari 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-02-17T07:49:00Z
NasionalSidang Isbat Ramadan 1447 H

Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Awal Ramadan 1447 H Hari Ini

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) RI menggelar Sidang Isbat penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa (17/2/2026) sore. Sidang berlangsung di Kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dan menjadi penentu resmi dimulainya ibadah puasa bagi umat Islam di Indonesia.


Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa rangkaian sidang diawali dengan pemaparan posisi hilal berdasarkan hasil perhitungan astronomi (hisab) oleh Tim Hisab dan Rukyat Kemenag mulai pukul 17.00 WIB.


“Ada 96 titik pemantauan hilal di berbagai daerah, mulai dari Aceh sampai Indonesia bagian timur,” ujarnya di Jakarta, Senin (16/2/2026).


Sebanyak 96 lokasi rukyatul hilal tersebut tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan akurasi pengamatan. Setelah Salat Magrib, Sidang Isbat dilaksanakan secara tertutup guna membahas hasil hisab dan laporan rukyat dari berbagai daerah.


Hasil keputusan Sidang Isbat selanjutnya akan diumumkan kepada publik melalui konferensi pers oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar.


Sidang Isbat turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pimpinan Komisi VIII DPR, perwakilan Mahkamah Agung, BMKG, para ahli falak, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam seperti Majelis Ulama Indonesia, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama, serta utusan negara-negara sahabat.


Sidang Isbat merupakan bagian dari layanan keagamaan pemerintah untuk memberikan kepastian kepada umat Islam terkait pelaksanaan ibadah. Dalam menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijjah, Kemenag menggunakan metode gabungan antara perhitungan astronomi (hisab) dan pemantauan langsung (rukyat).


Sejak 2021, Indonesia menggunakan kriteria baru yang disepakati bersama Menteri Agama Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura, yakni tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat. Sebelumnya, kriteria yang digunakan adalah tinggi hilal 2 derajat dengan elongasi 3 derajat.


Di sisi lain, Muhammadiyah telah lebih dulu menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, berdasarkan metode hisab wujudul hilal yang dilakukan Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah.(*)