lisensi

Minggu, 01 Maret 2026, Maret 01, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-01T08:18:55Z
Babinsa Koramil 410-05/TKP

Babinsa Koramil 410-05/TKP Bantu Pemadaman Kebakaran Hotel Anugrah Express di Bandar Lampung

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Aksi cepat ditunjukkan personel Babinsa Koramil 410-05/TKP saat membantu proses pemadaman kebakaran yang melanda Hotel Anugrah Express di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Palapa, Kecamatan Tanjung Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Sabtu (28/2/2026) pagi.


Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 05.30 WIB tersebut diduga dipicu kebocoran selang gas elpiji di dapur hotel. Gas yang bocor diduga tersambar api hingga menimbulkan ledakan dan memicu kobaran api yang dengan cepat membesar.


Menurut keterangan saksi di lokasi, Nurohman (30), yang merupakan juru masak hotel, bersama Rendi (20), seorang helper dapur, melihat api tiba-tiba membesar dan melalap area dapur. Peristiwa itu sempat menimbulkan kepanikan di kalangan tamu dan karyawan hotel.


Mendapat laporan kejadian tersebut, Babinsa setempat segera menuju lokasi untuk membantu proses penanganan. Mereka berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kota Bandar Lampung yang menerjunkan empat unit mobil pemadam ke lokasi kejadian.


“Setelah menerima informasi, kami langsung menuju lokasi. Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan tamu hotel serta membantu petugas damkar agar api tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi,” ujar Babinsa di lokasi kejadian.


Berkat kerja sama antara Babinsa, petugas pemadam kebakaran, dan warga sekitar, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB. Selanjutnya petugas melakukan proses pendinginan dan pembersihan lokasi hingga pukul 07.00 WIB, dan situasi dinyatakan aman serta kondusif.


Dalam peristiwa tersebut dilaporkan satu orang tamu hotel mengalami luka-luka setelah panik dan melompat dari lantai dua bangunan. Korban mengalami luka robek di bagian pelipis dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.


Akibat kejadian ini, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebocoran gas yang memicu kebakaran tersebut.


Kehadiran aparat TNI di lokasi kejadian mendapat apresiasi dari warga karena dinilai membantu mempercepat proses penanganan serta memastikan situasi tetap aman selama proses pemadaman berlangsung.(Bila)