Advertisement
Lampung Utara (Pikiran Lampung) - DPRD Kabupaten Lampung Utara menyetujui rencana pengajuan pinjaman daerah sebesar Rp150 miliar oleh Bupati Lampura, Hamartoni Ahadis, kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI). Dana ini ditujukan untuk perbaikan ruas jalan utama guna mempercepat pembangunan infrastruktur. Senin (16/03/2025).
Saat ini kemungkinan itu sedang dibicarakan dengan melibatkan DPRD, duduk bersama berdiskusi mengenai akan diajukannya dana pinjaman dimaksud. Keputusan ini merupakan salah satu opsi yang akan diambil guna menyokong pembiayaan daerah.
Ketua DPRD Lampung Utara, M.Yusrizal menjelaskan bahwa pinjaman diajukan karena banyak ruas jalan dan jembatan mengalami kerusakan.
Dana pinjaman direncanakan dialokasikan sepenuhnya untuk pembenahan Rumah Sakit Daerah Ryacudu dan perbaikan infrastruktur jalan kabupaten yang diketahui ada sekitar 1000 km mengalami kerusakan ditargetkan rampung pada 2026.
“Ini sangat urgen, kita ketahui insfratruktur jalan khususnya jalur ekonomi harus secepatnya di perbaiki, serta rumah sakit yang akan kita benahi karena rumah sakit tersebut icon pemerintah daerah Lampung Utara”Kata Yusrizal.
Yusrizal mengungkapkan bahwa ini semua murni untuk kepentingan Lampung Utara, dari hasil audensi dengan bupati Lampung Utara terkait kondisi poros jalan dan jembatan. dengan adanya kerusakan yang cukup luas dan keterbatasan dana transfer pusat, pinjaman daerah dinilai menjadi langkah yang relevan.
”kita terbuka tidak ada yang nama nya kocok bekem, semua warga masyarakat harus mengetahui pinjaman ini, relugasinya serta peruntukannya untuk apa saja”ungkapnya
Lebih lanjut Yusrizal menegaskan bahwa DPRD sepakat mendukung pinjaman tersebut.
“Landasan kami jelas, karena dana ini digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak. Laporan dari PU dan hasil pantauan di lapangan membuktikan banyak kerusakan yang harus segera ditangani ada lebih dari 1000 kilometer yang benar harus segera di perbaiki” Tegasnya..
Ia berharap pemerintah daerah mengelola pinjaman secara hati-hati, serta memastikan penggunaan anggaran dilakukan secara efektif dan efisien.
“Jalan kabupaten memang belum tuntas seluruhnya, tapi paling tidak dengan pinjaman ini kondisinya bisa mendekati kategori baik,” Harapnya.(Abung/red)