lisensi

Senin, 16 Maret 2026, Maret 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-17T04:47:33Z
DaerahLapas Kelas IIA Kalianda

Rajut Sinergi Sosial, Kalapas Kalianda Gandeng Pemuka Adat Perkuat Pembinaan Warga Binaan

Advertisement



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) - Upaya memperkuat fungsi pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan terus dilakukan secara kolaboratif.


Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda melanjutkan agenda silaturahmi dengan mengunjungi langsung kediaman pemuka adat Lampung Selatan, Senin (16/3), sebagai langkah strategis membangun sinergi antara institusi pemasyarakatan dan kekuatan sosial masyarakat berbasis kearifan lokal.


Pendekatan ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aspek hukum, tetapi juga menyentuh nilai-nilai sosial, budaya, dan penerimaan masyarakat terhadap warga binaan pasca menjalani masa pidana.



Dalam suasana penuh keakraban, pertemuan tersebut menjadi ruang dialog terbuka antara pihak Lapas dan tokoh adat. Sejumlah isu dibahas, mulai dari pentingnya dukungan moral bagi warga binaan, hingga peran strategis pemuka adat dalam membantu proses reintegrasi sosial.


Kepala Lapas Kelas IIA Kalianda menegaskan bahwa pembinaan warga binaan tidak dapat berjalan optimal tanpa keterlibatan masyarakat. Menurutnya, stigma negatif yang masih melekat seringkali menjadi hambatan utama bagi warga binaan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal setelah bebas.


“Melalui silaturahmi ini, kami ingin membangun jembatan komunikasi yang kuat. Peran pemuka adat sangat penting dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan, serta membuka ruang penerimaan di tengah masyarakat bagi warga binaan yang telah menjalani proses pembinaan,” ujarnya.


Sementara itu, pemuka adat Lampung Selatan menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung program pembinaan yang dilakukan Lapas Kalianda. Ia menilai pendekatan berbasis budaya dan kearifan lokal dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam membentuk karakter warga binaan.


“Kami pada prinsipnya mendukung upaya pembinaan yang dilakukan Lapas. Nilai-nilai adat dan budaya Lampung mengajarkan tentang perbaikan diri dan penerimaan. Ini bisa menjadi bekal penting bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat,” ungkapnya.


Kunjungan ini juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Kalianda dalam mengimplementasikan pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis dan inklusif. Melalui sinergi dengan tokoh adat dan masyarakat, diharapkan proses pembinaan tidak berhenti di dalam lapas, tetapi berlanjut hingga warga binaan benar-benar siap kembali dan diterima di lingkungan sosialnya.


Dengan terjalinnya kolaborasi ini, Lapas Kalianda optimistis dapat menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih komprehensif, sekaligus mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban sosial di tengah masyarakat.(mario)