lisensi

Jumat, 06 Maret 2026, Maret 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-06T17:37:51Z
Banjir Bandang di BandarlampungTiga Warga Terseraet Banjir

Tiga Warga Dikabarkan Hillang, Satu Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Banjir Bandang Di Bandarlampung

Advertisement

 



Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Tiga Warga Bandarlampung dikabarkan thilangs akibat banjir yang melanda kota tersebit dari sore hingga malam, Jumat (6/3/2026).  Satu  orang dikabarkan telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mencatat tiga warga dilaporkan hanyut terseret arus saat banjir terjadi pada Jumat (6/3/2026).

 

Humas BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, mengatakan satu korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban yang ditemukan merupakan seorang laki-laki dewasa.

 


“Benar, kami menerima laporan ada tiga warga yang hanyut akibat banjir di Kota Bandar Lampung. Satu orang sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” kata Wahyu, Jumat (6/3/2026).

 

Namun, saat ditemukan korban tidak membawa identitas sehingga belum diketahui identitas lengkapnya.

 

Wahyu menjelaskan, dua korban lainnya yang masih dalam pencarian merupakan anak-anak. Salah satunya diketahui berinisial SA berusia 10 tahun, sementara satu korban lainnya berusia sekitar 6 tahun.

 

“Korban yang ditemukan tidak membawa identitas. Sementara dua korban lainnya yang masih dicari merupakan anak-anak, yakni SA usia 10 tahun dan satu anak berusia sekitar enam tahun,” jelasnya.

 

Saat ini tim gabungan masih melakukan pencarian dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi hanyutnya para korban. Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta unsur relawan dan masyarakat setempat.

 

“Tim gabungan masih terus melakukan penyisiran untuk mencari dua korban yang belum ditemukan,” ujar Wahyu.

Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama sekitar dua jam pada Jumat (06/3/2026) pukul 14.10 hingga 16.17 WIB menyebabkan banjir di sejumlah wilayah kota.

 


Bencana tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menelan korban jiwa setelah tiga orang dilaporkan hanyut terbawa arus banjir.

 


Dari tiga korban tersebut, dua orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya hingga Jumat malam masih dalam proses pencarian oleh warga bersama aparat.

 

Korban pertama diketahui bernama Satria (10), yang ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di kawasan Terminal Rajabasa.

 

Sementara itu, korban kedua merupakan seorang pria dewasa tanpa identitas yang ditemukan tersangkut di tepi sungai Gang Fatah, Kelurahan Kotabaru, Kecamatan Kedamaian sekitar pukul 17.00 WIB.

 

Sedangkan seorang bocah laki-laki berusia sekitar enam tahun hingga Jumat malam masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian.

 


Menurut saksi mata Zulkifli, penemuan jenazah pria tanpa identitas tersebut bermula saat dirinya hendak membersihkan sampah di belakang rumahnya.

 

Saat itu ia melihat kaki seseorang tersangkut di paralon di aliran sungai. Ia kemudian memanggil dua warga lainnya, Mustofa dan Johari, untuk membantu mengevakuasi korban.

 


“Awalnya saya lihat seperti ada kaki tersangkut. Setelah diperiksa ternyata mayat,” ujar Zulkifli.

 


Ketiga warga tersebut kemudian mengevakuasi jenazah dari sungai ke teras rumah warga sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tanjungkarang Timur.

 


Setelah menerima laporan, Tim Inafis Polresta Bandar Lampung langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

 

 

Jenazah pria tanpa identitas tersebut kemudian dibawa ke RSUD Abdul Moeloek guna proses identifikasi lebih lanjut. (***)