lisensi

Jumat, 13 Maret 2026, Maret 13, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-14T03:47:01Z
Kapolres Pringsewu

Pelayanan Prima Bagi Pemudik, Polres Pringsewu Dirikan Dua Pos dan Siagakan Tim Urai Kemacetan

Advertisement

 



PRINGSEWU (Pikiran Lampung)— Dalam upaya memberikan pelayanan prima bagi pemudik, Polres Pringsewu menyiapkan dua pos pelayanan serta membentuk tim urai kemacetan dan penanganan bencana selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah Kabupaten Pringsewu.


Langkah tersebut merupakan bagian dari pengamanan arus mudik dan arus balik melalui Operasi Ketupat Krakatau 2026 guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.


Dalam operasi tersebut, Polres Pringsewu mendirikan dua pos pengamanan Lebaran yang akan menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat. Kedua pos itu terdiri dari Pos Pelayanan di Rest Area Pringsewu dan Pos Pengamanan di Komplek Pendopo Kabupaten Pringsewu.




Pengamanan arus mudik juga diperkuat dengan ratusan personel gabungan dari berbagai instansi, di antaranya unsur TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, relawan, hingga Pramuka Saka Bhayangkara.


Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra menjelaskan, selain mendirikan pos pelayanan, pihaknya juga membentuk tim khusus untuk mengurai potensi kemacetan di sejumlah jalur utama yang selama ini kerap menjadi titik rawan kepadatan kendaraan saat musim mudik.


“Sebagai evaluasi dari tahun-tahun sebelumnya, memang ada beberapa titik yang rawan terjadi kemacetan. Selain itu, karena saat ini masih musim hujan dan berpotensi terjadi banjir, kami juga menyiagakan unit khusus untuk mengurai kemacetan sekaligus menangani kemungkinan bencana,” ujar Yunnus usai memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat di Mapolres Pringsewu, Kamis (12/3/2026).


Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Pringsewu dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, baik yang merayakan Lebaran maupun yang melakukan perjalanan mudik melintasi wilayah Pringsewu.




“Harapannya selama perayaan Lebaran nanti masyarakat dapat merayakannya dengan aman, nyaman, dan tertib,” tegasnya.


Ia juga mengungkapkan berbagai kesiapan telah dilakukan guna mendukung kelancaran pelaksanaan operasi, mulai dari latihan praoperasi hingga pelaksanaan apel gelar pasukan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan personel dan sarana prasarana.


Operasi Ketupat Krakatau 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, terhitung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.


Sementara itu, dalam amanat Kapolri yang dibacakan Kapolres saat apel, disampaikan bahwa perayaan Idul Fitri merupakan agenda nasional yang berdampak besar terhadap mobilitas masyarakat serta perputaran ekonomi.


Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, potensi pergerakan masyarakat pada masa Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.


Dalam amanat tersebut juga dijelaskan bahwa puncak arus mudik dan arus balik diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 14–15 Maret 2026 serta 18–19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 24–25 Maret 2026 dan 28–29 Maret 2026. (Alung)