lisensi

Selasa, 31 Maret 2026, Maret 31, 2026 WIB
Last Updated 2026-03-31T17:09:52Z
Daerah

Warga Desa Marga Batin Tuntut Kejelasan Proyek Jalan Pertanian Yang Msngkrak

Advertisement

 

 


Lampung Timur (Pikiran Lampung)-Warga Dusun 2 Desa Marga Batin, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur, mengajukan tuntutan kejelasan terkait proyek pembangunan jalan usaha pertanian yang hingga kini masih mangkrak. 


Proyek yang dimulai pada tahun 2024 tersebut kini menjadi ancaman bagi warga dan petani yang setiap hari harus melintas di area tersebut.

 

Akibat tidak selesainya pembangunan dan belum dilakukan pemadatan permukaan jalan, bebatuan tajam yang tersebar menyebabkan berbagai masalah. 


Alat pertanian seperti mesin panen padi combet sering mengalami kerusakan, bahkan bagian roda pernah patah. Selain itu, masyarakat juga sering terjatuh saat melintas, membuat warga khawatir akan muncul korban jiwa akibat kondisi jalan yang berbahaya.

 


SW (72), salah satu warga yang diwawancarai awak media pada hari Senin 30/3/2026, mengaku sangat kecewa dengan kondisi proyek yang terhenti. "Proyek jalan ini dimulai tahun 2024 dengan menggunakan anggaran Dana Desa (DD). Menurut informasi yang saya dapatkan, panjang jalan tersebut sekitar 1200 meter, namun saya kurang jelas mengenai besaran anggaran yang digunakan.


Sering terjadi musibah orang jatuh, ini sangat memprihatinkan dan kami khawatir akan ada korban jiwa," ucapnya. Ia juga meminta agar pihak pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten segera memberikan penjelasan terkait proyek tersebut.

 

ST (45), warga lain yang merasakan kerugian, bercerita pernah mengalami kecelakaan saat membawa pulang hasil panen sawit. "Motor yang saya kendarai oleng karena muatan sawit menyenggol batu di jalan. 


Akibatnya saya tertimpa barang bawaan, namun beruntung ada warga yang melintas dan memberikan bantuan," katanya. Ia berharap segera ada kejelasan terkait proyek jalan yang merupakan poros utama bagi para petani untuk mengangkut hasil panen. "Jangan sampai warga kehilangan kesabaran," tandasnya.

 

Di sisi lain, salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya karena khawatir intimidasi mengungkapkan bahwa proyek tersebut menggunakan anggaran Dana Desa Tahun 2024 sebesar Rp274 juta. Pada saat proyek dimulai, Ngatimin menjabat sebagai pj Kepala Desa, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Desa Marga Batin.


"Intinya kami masyarakat hanya meminta kejelasan terkait pembangunan yang mangkrak ini," tegasnya.sementara sekdes Marga batin ketika dikonfirmasi di hubungi melalui telp tidak diangkat alias tidak di balas (Fauzi)